Permintaan Timur Tengah Menurun, Eksportir Jateng Beralih ke Pasar Baru
- 09 Apr 2026 17:17 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Konflik di kawasan Timur Tengah mulai berdampak pada kinerja ekspor Jawa Tengah. Permintaan dari negara tujuan utama di kawasan tersebut mengalami penurunan, sehingga pelaku usaha mulai mengalihkan pasar ke wilayah lain.
Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Tengah, Frans Kongi, mengatakan ekspor ke Timur Tengah selama ini cukup besar, terutama untuk produk garmen, makanan, dan minuman. Namun, kondisi geopolitik membuat aktivitas ekspor terganggu.
Hal ini berdampak langsung pada kinerja industri di Jawa Tengah. “Dengan adanya perang ini, pengiriman terganggu dan pesanan juga menurun, bahkan ada yang tidak bisa dikirim,” ujarnya dalam Dialog Semarang Menyapa Pro 1 RRI Semarang, Rabu, 8 April 2026.
Ia mengatakan, sektor yang terdampak cukup luas meliputi garmen, alas kaki, farmasi, hingga makanan dan minuman. Selain penurunan permintaan, industri juga menghadapi lonjakan biaya produksi akibat kenaikan bahan baku, seperti biji plastik yang naik hingga 100 persen dan polyester sekitar 80 persen.
Ia menegaskan, di tengah tekanan global, pelaku usaha tetap berupaya menjaga keberlangsungan ekspor dengan memperluas pasar dan meningkatkan kualitas produk. “Kita harus tetap berusaha, mencari pasar baru dan meningkatkan kualitas agar bisa bersaing,” katanya.
Menurutnya, pelaku usaha sudah mulai melakukan diversifikasi pasar ekspor. “Kita cari pasar-pasar baru seperti di Amerika Latin, Afrika, dan juga memperkuat pasar di Asia,” ujarnya.
Sementara, terkait diversifikasi ekspor ke pasar Eropa, ia mengakui pelaku industri dihadapkan pada tantangan standar yang lebih ketat, terutama terkait regulasi dan kepatuhan industri. Ia menyebut, standar tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku usaha.
“Eropa dan Amerika memang ketat. Terutama soal compliance seperti aturan tenaga kerja dan regulasi lainnya yang harus dipatuhi,” ungkapnya.
Meski demikian, Frans menilai industri di Jawa Tengah sudah cukup berpengalaman dalam menghadapi tuntutan pasar global. Adaptasi terhadap standar internasional terus dilakukan agar produk tetap kompetitif.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....