Telkom Jalankan Strategi TLKM 30, Fokus Perkuat Bisnis dan Infrastruktur Digital

  • 11 Mar 2026 15:24 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Jakarta – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk mulai mengeksekusi strategi transformasi TLKM 30 sebagai langkah memperkuat bisnis dan infrastruktur digital perusahaan. Transformasi ini menjadi agenda reformasi menyeluruh untuk meningkatkan kinerja sekaligus memperkuat daya saing Telkom di ekosistem digital global.

Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, mengatakan tahun 2026 menjadi momentum penting dalam implementasi strategi tersebut. Hal itu disampaikan dalam agenda TelkomGroup Business Update yang digelar di Jakarta belum lama ini.

Menurut Dian, TLKM 30 merupakan strategi transformasi jangka menengah hingga tahun 2030 yang mencakup penataan portofolio bisnis, penguatan tata kelola perusahaan, restrukturisasi dan streamlining anak usaha, serta pembentukan strategic holding.

Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan operational excellence sekaligus membuka potensi nilai dari berbagai aset yang dimiliki TelkomGroup. Transformasi ini juga sejalan dengan agenda penguatan tata kelola perusahaan yang transparan dan disiplin dalam pengelolaan aset.

“TLKM 30 kami jalankan untuk membuka nilai yang lebih besar dari seluruh potensi bisnis Telkom sekaligus memperkuat kontribusi perusahaan kepada negara dan pemegang saham. Dengan dukungan kolaborasi berbagai pihak, transformasi ini diharapkan memberi dampak positif bagi perekonomian dan masyarakat melalui layanan konektivitas digital yang semakin merata dan berkualitas,” ucapnya melalui siaran pers, Rabu, 11 Maret 2026.

Dalam implementasinya, Telkom mendorong peningkatan efisiensi melalui perbaikan proses bisnis dan pengelolaan alokasi modal yang lebih efektif. Transformasi budaya perusahaan juga dilakukan dengan menekankan kolaborasi, akuntabilitas, serta orientasi pada kinerja.

Salah satu langkah strategis yang telah dilakukan adalah pembentukan entitas FiberCo melalui spin-off sebagian bisnis dan aset wholesale fiber connectivity ke PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia). Entitas ini akan fokus mengembangkan bisnis jaringan fiber sekaligus meningkatkan efisiensi operasional dan investasi.

Selain bisnis fiber, Telkom juga membuka peluang pengembangan nilai dari aset infrastruktur lainnya seperti pusat data melalui NeutraDC serta bisnis menara telekomunikasi melalui Mitratel. Langkah ini diharapkan menjadi mesin pertumbuhan baru bagi TelkomGroup.

Telkom juga melakukan penataan portofolio bisnis non-inti melalui divestasi PT Administrasi Medika (AdMedika) beserta entitas anak usahanya TelkoMedika oleh PT Multimedia Nusantara (TelkomMetra). Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi penyederhanaan struktur bisnis perusahaan.

Ke depan, Telkom akan memperkuat struktur bisnis melalui empat pilar utama yang menjadi fokus pertumbuhan perusahaan. Keempat pilar tersebut, yaitu B2C, B2B ICT, Digital Infrastructure, serta International Business.

Melalui struktur ini, Telkom berupaya memastikan setiap lini bisnis memiliki fokus yang lebih tajam. Selain itu, juga mampu bergerak lebih lincah dalam mengoptimalkan potensi ekosistem digital di Indonesia.

Rekomendasi Berita