Atasi Bencana Jepara, Pemprov Jateng Fokus Penataan Sungai
- 13 Jan 2026 22:09 WIB
- Semarang
KBRN, Semarang: Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memfokuskan penanganan bencana di Jepara dan sekitarnya dengan menyiapkan langkah jangka panjang berupa penataan alur sungai. Upaya ini dilakukan menyusul banjir dan longsor yang melanda Jepara, Kudus, dan Pati.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama Wakil Gubernur Taj Yasin meninjau lokasi longsor di Desa Tempur, Kecamatan Keling, Jepara, Selasa (13/1/2026). Kunjungan ini untuk memastikan penanganan darurat berjalan dan rencana penataan kawasan segera disiapkan.
"Terutama penanganan sungai, rencananya di sebelah kanan akan kita tangani dulu, baru kemudian bisa dibangun jalan. Sementara ini, kebutuhan masyarakat kita atasi dengan dapur umum,” ujar Luthfi
Ia menyebut kondisi terparah berada di Desa Tempur, Jepara, lereng Gunung Muria. Curah hujan tinggi selama beberapa hari memicu 23 titik longsor di sepanjang ruas jalan desa.
Akibat kejadian itu, hampir 3.600 kepala keluarga terdampak dan sempat terisolasi, enam rumah rusak ringan, satu rumah rusak berat, serta dua unit usaha warga ikut terdampak. "Berkat kecepatan Basarnas, BPBD, relawan, termasuk TNI dan Polri, aksesnya bisa diterobos dengan kendaraan roda dua,” ujarnya.
Warga Desa Tempur, Adil, mengatakan longsor terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah itu selama empat hari. Akibatnya, satu-satunya akses keluar desa terputus dan menyulitkan pasokan logistik.
"Sehari-hari saya juga lewat sini untuk keluar kerja, sementara ini harus hati-hati lewatnya dan beresiko. Harapannya segera diperbaiki agar warga bisa keluar desa lagi,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Jawa Tengah, Imam Maskur menyebut, logistik sudah disalurkan ke Jepara, Kudus, dan Pati. Bantuan itu mencakup makanan siap saji, tenda, kasur, selimut, hingga perlengkapan keluarga.
"Kami dari Dinas Sosial sudah mengirimkan logistik. Kami kirimkan logistik semua kebutuhan yang ada di sana," kata Imam.
Menurutnya, bantuan tersebut bersumber dari APBD Provinsi dan APBN. Nilainya untuk Jepara Rp140,7 juta, Pati Rp133,3 juta, dan Kudus Rp188 juta.
Selain logistik, BPBD Provinsi dan kabupaten terkait juga menurunkan personel ke lokasi. Fokus utama tetap memastikan seluruh warga terdampak berada dalam kondisi aman.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....