Ada Tradisi Rebutan Gunungan, Ini Rangkaian Grebeg Sekaten 2026
- 26 Agt 2026 05:16 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Tradisi Grebeg Sekaten kembali menjadi bagian penting peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Tahun 2026, puncak Grebeg Mulud dijadwalkan berlangsung Rabu, 26 Agustus, dengan prosesi gunungan dari keraton menuju Masjid Agung Surakarta. Informasi tersebut juga tercantum dalam kalender event resmi Pemerintah Kota Surakarta.
Rangkaian Sekaten tidak hanya menghadirkan prosesi gunungan, tetapi juga keluarnya gamelan pusaka dan penabuhan gamelan Sekaten selama beberapa hari. Berikut rangkaian kegiatan Grebeg Sekaten 2026 yang perlu diketahui masyarakat dan wisatawan.
Miyos Gangsa — 19 Agustus 2026
Rangkaian Sekaten diawali dengan Miyos Gangsa, yakni prosesi keluarnya gamelan pusaka Sekaten dari Keraton Kasunanan Surakarta. Gamelan Sekati Kanjeng Kyai Guntur Sari dan Kanjeng Kyai Guntur Madu dikeluarkan pada 19 Agustus 2026 untuk kemudian ditabuh dalam rangkaian Sekaten.
Penabuhan Gamelan Sekaten — 19–25 Agustus 2026
Setelah dikeluarkan dari keraton, gamelan Sekaten ditabuh di kawasan Masjid Agung Surakarta. Penabuhan berlangsung setiap hari pada 19–25 Agustus 2026, mulai pukul 10.00 hingga 23.00 WIB.
Tradisi penabuhan gamelan menjadi salah satu bagian penting Sekaten yang tidak hanya menarik perhatian wisatawan, tetapi juga memperlihatkan hubungan antara perkembangan Islam dan budaya Jawa. Suara gamelan pusaka menjadi penanda berlangsungnya rangkaian peringatan Maulid Nabi di lingkungan Keraton Surakarta.
Grebeg Gunungan — 26 Agustus 2026
Puncak rangkaian Sekaten berupa Hajad Dalem Pareden Garebeg Mulud dijadwalkan pada Rabu, 26 Agustus 2026. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui laman pariwisatanya mencatat Grebeg Maulud sebagai tradisi mengarak gunungan berisi hasil bumi untuk kemudian dibagikan kepada masyarakat.
Prosesi gunungan menjadi momen yang paling banyak dinantikan karena masyarakat dapat menyaksikan kirab dari keraton menuju Masjid Agung Surakarta. Setelah doa, masyarakat kemudian memperebutkan isi gunungan yang dalam tradisi setempat dipercaya membawa berkah.
Gunungan Jaler dan Gunungan Estri
Dalam prosesi Grebeg Mulud 2026, dua gunungan Sekaten, yakni Gunungan Jaler dan Gunungan Estri, menjadi bagian dari kirab. Keduanya dikeluarkan dalam prosesi puncak dan menjadi perhatian masyarakat yang mengikuti tradisi ngrayah atau berebut isi gunungan.
Tradisi tersebut bukan semata-mata perebutan hasil bumi, tetapi menjadi bagian dari simbol berbagi dan ungkapan rasa syukur. Gunungan yang berisi hasil bumi kemudian dibagikan kepada masyarakat sebagai bagian dari tradisi Grebeg Maulud.
Pasar Malam Sekaten
Selain rangkaian ritual keraton, kemeriahan Sekaten juga hadir melalui pasar malam yang menawarkan kuliner, wahana permainan, UMKM, serta perdagangan tradisional. Kehadiran pasar malam menjadi salah satu daya tarik tambahan bagi masyarakat dan wisatawan yang datang ke kawasan Keraton Surakarta.
Dengan perpaduan tradisi keraton, gamelan pusaka, kirab gunungan, hingga aktivitas masyarakat, Grebeg Sekaten 2026 menjadi salah satu agenda budaya penting di Kota Surakarta. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mencatat Grebeg Maulud sebagai bagian dari kalender kegiatan budaya Surakarta pada 26 Agustus 2026.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....