Jaga Kelestarian Sumber Air, Warga Desa Clapar Purworejo Gelar Tradisi Tawu Beji
- 13 Jul 2026 12:50 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Purworejo - Puluhan warga Desa Clapar, Kecamatan Bagelen, Kabupaten Purworejo, menggelar tradisi Tawu Beji atau pengurasan sumber mata air di kawasan Beji Indah Lestari, RT 03 RW 01, Desa Clapar pada Minggu, 12 Juli 2026. Tradisi ini menjadi wujud syukur, pelestarian budaya, dan upaya menjaga kelestarian sumber air yang selama ratusan tahun menjadi penopang kehidupan warga.
Rangkaian kegiatan diawali dengan kirab budaya membawa sesaji dan ubarampe dalam tenong dari rumah warga menuju lokasi beji. Sesepuh desa kemudian memimpin doa sebagai ungkapan rasa syukur atas limpahan air.
Inti kegiatan adalah pengurasan beji. Dengan bantuan tiga unit mesin pompa diesel, air disedot hingga surut.
Warga kemudian bergotong royong membersihkan dasar beji dari lumpur dan kotoran. Momen tangkap ikan menjadi daya tarik tersendiri.
Anak-anak berebut menangkap ikan yang mulai terlihat saat air surut, disambut sorak gembira warga. Usai pengurasan, acara dilanjutkan kenduri, doa bersama, dan ramah tamah dengan hiburan organ tunggal.
Kepala Desa Clapar, Arif Suryahadi, mengapresiasi kekompakan warga. Ia menyebut Beji Indah Lestari sangat vital bagi warga Clapar Kidul yang dulu rawan kekeringan.
"Alhamdulillah, beji ini tidak pernah kering, hingga sekarang masih digunakan untuk mandi, mencuci, bahkan air minum. Kami berharap ke depan bisa berkembang menjadi destinasi wisata dan ikon Desa Clapar," ujar Arif.
Sementara itu, sesepuh Desa Clapar, Niti Purwito, menegaskan, air adalah sumber kehidupan. Sesaji dalam Tawu Beji merupakan simbol rasa syukur dan permohonan keselamatan, bukan pemujaan.
“Kalau dijaga, manfaatnya akan terus dirasakan generasi mendatang. Kalau dirusak, kehidupan juga ikut terganggu," ucapnya. (Ags)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....