Lansia Unjuk Gigi di RRI Fest Semarang, Hidupkan Kembali Seni Tradisional
- 06 Sep 2026 10:19 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Gelaran RRI Fest Semarang 2026 menjadi ruang bagi para lanjut usia (lansia) untuk tetap aktif, produktif, dan berekspresi melalui pertunjukan seni budaya yang digelar pada Minggu, 6 September 2026. Puluhan lansia yang tergabung dalam Perkumpulan Persatuan Lansia Kota Semarang(PPLKS) turut ambil bagian dengan menampilkan kesenian tradisional.
Koordinator PPL Kecamatan se-Kota Semarang, Kuncoro mengatakan kesempatan tampil di RRI Fest memberikan manfaat besar bagi para lansia. Selain menjadi ruang berekspresi, kegiatan tersebut juga membantu membangkitkan kembali memori dan pengalaman masa lalu yang mulai terlupakan.
“Kegiatan ini luar biasa karena memori para lansia yang dulu sempat hampir lupa, sekarang dibangkitkan lagi. Ini juga menjadi pengejawantahan pembinaan kepada lansia agar tetap produktif, semangat, bersosialisasi dengan lingkungan, dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Dalam RRI Fest 2026, kelompok tersebut menampilkan pertunjukan Parodi Entit yang dimainkan oleh sekitar 10 orang. Koordinator PPL Kecamatan Tembalang, Sri Supatmi Aziz atau yang akrab disapa Bu Yusep mengatakan pertunjukan ini mengangkat kisah Panji Asmarabangun yang menyamar menjadi seorang petani dan kemudian menemukan seorang putri yang selama ini dicari.
Menurutnya, para pemain yang rata-rata berusia di atas 60 tahun hanya membutuhkan waktu sekitar dua minggu untuk mempersiapkan penampilan. Namun, aktivitas para lansia tidak berhenti pada latihan seni.
Mereka secara rutin mengikuti berbagai kegiatan PPLKS dan PPL tingkat kecamatan. Salah satunya kegiatan siaran di RRI Pro 4 setiap Sabtu kedua dan keempat. Para lansia juga mengikuti senam bersama setiap Rabu di kawasan Simpang Lima yang dapat diikuti secara gratis.
“Yang penting lansia itu sehat. Bahagia dan ceria,” katanya.
Sri Supatmi menilai keberadaan ruang seni seperti RRI Fest penting untuk menjaga keberlangsungan budaya tradisional. Para lansia memiliki banyak memori tentang lagu daerah, cerita rakyat, hingga legenda yang belum tentu dikenal oleh generasi muda.
Ia berharap kesenian dan lagu-lagu tradisional yang mulai jarang dikenal dapat terus diperkenalkan kepada generasi berikutnya. "Lagu-lagu tradisional seperti ini jangan sampai hilang, kami ingin mengenalkannya kembali kepada generasi berikutnya,” ujarnya.
Sementara itu, PPLKS berharap kegiatan yang melibatkan lansia dan seni budaya dapat terus digelar. Dengan demikian, para lansia tidak hanya menjadi penerima manfaat pembinaan, tetapi juga dapat terus berkontribusi dalam melestarikan budaya sekaligus memberikan inspirasi bagi masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....