Makna Lakon Sayembara Manthili, Pagelaran Wayang HUT ke 53 IPPK

  • 28 Jul 2026 08:29 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Dalam rangka menyongsong Hari Ulang Tahun Insan Purnakaryawan dan Kebudayaan (HUT IPPK) ke- 53 digelar pertunjukan wayang kulit. Pagelaran tersebut dilaksanakan pada tanggal 25 Juli 2026 di Auditorium RRI Semarang, Jalan Ahmad Yani Nomor 144-146 dengan lakon Sayembara Manthili.

Pertunjukan wayang dipentaskan oleh Ki Bremara Sekar Wangsa, S.Sn., M.Pd., diiringi karawitan Sukoraras Semarang. Ki Bremana merupakan dalang kelahiran Surakarta yang aktif dalam dunia seni dan budaya khususnya Wayang Kulit.

Lakon tersebut mengisahkan perjalanan Raden Rama Wijaya dalam memenangkan sayembara di Negeri Manthili untuk mempersunting Dewi Sinta. Sayembara yang diselenggarakan tersebut menjadi ujian bagi para ksatira untuk membuktikan kelayakan mereka sebagai calon pendamping Dewi Sinta.

Dalam kisahnya, para raja dan ksatira dari berbagai kerajaan berdatangan untuk mengikuti sayembara tersebut. Masing-masing berharap dapat mempersunting Dewi Sinta yang dikenal memiliki paras cantik, cerdas dengan kepribadian luhur.

Raja Manthili menetapkan syarat yang tidak mudah, para peserta harus mampu mengangkat dan menggunakan busur pusaka Dewi Sinta. Busur pusaka itu menjadi simbol bahwa hanya sosok yang memiliki kekuatan, keteguhan hati, dan kebaikan yang mampu menguasainya.

Hal ini menyebabkan banyak peserta yang mencoba untuk memenuhi syarat tersebut, namun seluruhnya gagal. Namun, terdapat salah satu perserta dari sayembara berhasil mengangkat dan menggunakan busur tersebut yaitu Raden Rama Wijaya.

Keberhasilan Rama memenangkan Sayembara Manthili menjadi titik awal bersatunya Rama dan Dewi Sinta dalam kisah Ramayana. Peristiwa itu menegaskan bahwa kemenangkan sejati diraih melalui karaktek yang baik dan keberanian dalam menghadapi tantangan.

Melalui pementasan lakon Sayembara Manthili, penonton tidak hanya disuguhkan pertunjukan wayang kulit yang sarat nilai budaya. Tetapi juga diajak memahami pesan moral yang relevan hingga kini, dari nilai integritas, tanggung jawab, dan ketulusan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....