Dua Dalang Kolaborasi, RRI Semarang dan Pepadi Perkuat Seni Tradisi

  • 22 Sep 2026 08:08 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – RRI Semarang bersama Persatuan Dalang Indonesia (Pepadi) Kota Semarang menghadirkan kolaborasi dua dalang, Ki Yusuf Anom Suwito dan Ki Satria Agung, dalam pagelaran wayang kulit di Auditorium RRI Semarang, Kamis 24 September 2026. Keduanya akan membawakan lakon Banjaran Suwondo mulai pukul 22.00 WIB.

Kegiatan ini tidak hanya menampilkan wayang kulit, tetapi juga memperkuat keberadaan seni tradisi di tengah perkembangan zaman melalui keterlibatan dalang cilik dan seni tari. Rangkaian tersebut menjadi ruang apresiasi sekaligus memberi perhatian pada keberlanjutan dan regenerasi pelaku seni budaya.

Pengelola Pro 4 RRI Semarang, Siwi Mulyaningsih, menjelaskan acara dimulai pukul 19.30 WIB dengan persembahan tari dari Sanggar Wiratama dan penampilan dalang cilik. Dalang cilik tersebut merupakan juara dua Festival Dalang Anak Kota Semarang tahun lalu.

“Acaranya akan ada persembahan tari dari Sanggar Wiratama dan dalang cilik juara dua Festival Dalang Anak Kota Semarang tahun kemarin,” ujarnya.

Setelah rangkaian pembuka, Ki Yusuf Anom Suwito dan Ki Satria Agung tampil membawakan lakon Banjaran Suwondo. Siwi berharap masyarakat dapat menyaksikan langsung pertunjukan tersebut sebagai bagian dari apresiasi terhadap seni tradisi.

Siwi mengatakan kolaborasi RRI Semarang dan Pepadi yang berkesinambungan juga menjadi bagian dari upaya menjaga seni tradisi Nusantara agar tetap mendapat ruang di tengah masyarakat.

Dalang muda asal Kabupaten Tegal, Adhitya Bayu Setiaji, menilai wayang di era modern memiliki arti yang sangat penting bagi pembentukan karakter masyarakat. Menurutnya, wayang bukan hanya sekadar tontonan hiburan, tetapi juga sarana tuntunan mengenai nilai-nilai luhur serta filosofi kehidupan.

“Pewayangan jangan dibiarkan sampai meredup hingga hanya menjadi ingatan masa lalu. Tetap berprinsip jangan sekali-kali meninggalkan sejarah dan warisan budaya ini harus tetap dihidupkan agar menjadi bagian integral dari kehidupan masyarakat,” ujar Adhitya Bayu Setiaji. (Aurel)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....