Seribu Penari Babalu Batang Pecahkan Rekor MURI, Bukti Gen Z Cinta Budaya

  • 10 Apr 2026 11:41 WIB
  •  Semarang

‎‎RRI.CO.ID, Batang - Ribuan pelajar mempersembahkan tarian khas Kabupaten Batang Babalu dalam rangka memecahkan rekor 1.000 penari Babalu di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat, 10 April 2026. Tari Babalu yang menghadirkan ribuan pelajar ini mampu memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), sebagai bukti kecintaan terhadap budaya khas Kabupaten Batang.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Batang M Faiz Kurniawan bersama Ketua Tim Penggerak PKK Faelasufa Faiz Kurniawan turut menari Babalu bersama ribuan pelajar jenjang SMP. Bupati Faiz mengapresiasi gelaran tersebut karena bentuk pelestarian sekaligus ajang pengakuan dunia terhadap tarian khas Batang.

"Hari ini kami menari Babalu massal bersama 1.000 pelajar. Sekaligus, pemecahan rekor pengumpulan 10 ribu liter minyak jelantah," ujarnya.

Senada, Ketua Tim Penggerak PKK Batang, Faelasufa menerangkan, program pemanfaatan minyak jelantah diinisiasi oleh Tim Penggerak PKK di tiap desa. Saat ini, program tersebut telah dioptimalkan oleh seluruh ASN.

Program ini mampu mengumpulkan 10 ribu liter minyak jelantah yang pemanfaatannya untuk avtur atau bahan bakar pesawat yang ramah lingkungan. "Kami bermitra dengan pihak yang bisa mengolah minyak jelantah ini jadi avtur bagi pesawat yang ramah lingkungan," katanya.

Pemecahan rekor MURI 1.000 penari Babalu mendapat respons positif dari pencipta tari tersebut, Suningsih. Ia mengaku selama proses latihan membutuhkan fokus dari ribuan penari.

"Bahagia sekali karena tari Babalu ini masuk rekor MURI, terima kasih Pak Bupati Faiz dan masyarakat sudah ikut melestarikan tarian khas Batang. Semoga semua kalangan bisa menari Babalu mendunia dan menyejajarkan Batang dengan daerah lain," ucapnya.

Salah satu penari, Aliya, pelajar SMPN 3 Batang, merasa senang akhirnya tari Babalu masuk rekor MURI dengan ditarikan oleh 1.000 orang. Menurutnya, ini sebuah pencapaian luar biasa menjadikan Babalu makin dikenal luas karena dilestarikan oleh generasi muda.

"Kebetulan saya juga ikut Sanggar Putra Budaya jadi sudah tahu tari Babalu, karena tiap hari Minggu latihan terus. Semoga tari Babalu makin lestari hingga sepanjang masa," katanya.

Senada, salah satu siswi dari SMP 6, Calista yang juga anggota Sanggar Jagadita mengaku telah mempelajari tari Babalu sejak tahun lalu. Ini merupakan kali kedua ia mempersembahkannya di hadapan khalayak.

"Persiapannya sudah sejak pagi tadi, gladi bersih dulu dan bangga pastinya bisa menari dengan ribuan pelajar. Semoga Babalu tetap lestari dan ditarikan juga oleh masyarakat luar daerah Batang," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....