Jaran Kepang, Tradisi atau Pertunjukan?

  • 22 Jul 2026 12:15 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Pertunjukan jaran kepang kembali memeriahkan rangkaian tradisi masyarakat di Dusun Cepit, Desa Pagergunung, Kecamatan Bulu, Kabupaten Temanggung. Kesenian rakyat tersebut menjadi daya tarik utama yang tidak hanya menghibur masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya melestarikan warisan budaya lokal.

Bagi masyarakat Dusun Cepit, pertunjukan jaran kepang bukan sekadar hiburan, melainkan bagian dari tradisi yang diwariskan secara turun-temurun. Dalam pelaksanaannya, pertunjukan juga diiringi berbagai prosesi adat yang mencerminkan nilai gotong royong, rasa syukur, serta penghormatan terhadap tradisi leluhur.

Kabupaten Temanggung sendiri dikenal sebagai salah satu daerah dengan perkembangan kesenian jaran kepang yang sangat kuat. Pertunjukannya kerap hadir dalam kegiatan adat seperti Rejeban dan Wiwit Mbako atau sebagai penyambutan wisatawan serta tamu penting di Dusun Cepit.

Pelestarian jaran kepang di Dusun Cepit semakin kuat dengan hadirnya Temanggung Society Creative Project (TSCP). Komunitas ini menjadi ruang bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengembangkan kreativitas di berbagai bidang seni dan budaya.

Melalui TSCP, Jaran Kepang dikembangkan melalui proses pembinaan, regenerasi dan pengelolaan pertunjukan yang lebih kreatif. Kehadiran komunitas tersebut menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat berjalan seiring dengan inovasi dan partisipasi masyarakat

Kabupaten Temanggung sendiri dikenal sebagai salah satu daerah dengan perkembangan jaran kepang paling pesat di Indonesia. Kesenian Jaran Kepang Temanggungan telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia dan menjadi identitas Temanggung.

Bagi masyarakat Dusun Cepit, Jaran Kepang bukan sekadar tontonan. Kesenian ini menjadi ruang ekspresi, media pewarisan nilai budaya, sekaligus perekat solidaritas warga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....