Buah Kepel, Flora asal Daerah Istimewa Yogyakarta yang Sarat Sejarah dan Tradisi
- 26 Jun 2026 21:00 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Buah kepel merupakan salah satu tanaman khas Indonesia yang ditetapkan sebagai flora identitas Daerah Istimewa Yogyakarta. Tanaman bernama ilmiah Stelechocarpus burahol ini dikenal memiliki nilai sejarah, budaya, sekaligus potensi sebagai tanaman konservasi.
Sejak masa Kerajaan Mataram, buah kepel menjadi salah satu buah yang digemari para putri Keraton Yogyakarta secara turun-temurun. Masyarakat kala itu mempercayai konsumsi buah kepel membuat aroma keringat dan napas menjadi lebih harum secara alami.
Menurut catatan Nusantara Food Biodiversity dari Yayasan KEHATI, kepercayaan tersebut berkembang sebagai bagian dari tradisi masyarakat Jawa sejak ratusan tahun lalu. Namun, manfaat tersebut masih berasal dari penggunaan tradisional dan belum didukung bukti klinis yang kuat pada manusia.
Pohon kepel dahulu banyak ditanam di lingkungan keraton sebagai simbol keanggunan, kesucian, dan keistimewaan kalangan bangsawan perempuan Jawa. Masyarakat umum pada masa itu relatif jarang menanamnya karena tanaman tersebut identik dengan lingkungan keluarga kerajaan.
Buah kepel memiliki bentuk bulat berwarna kecokelatan dengan daging buah bertekstur lembut serta aroma yang cukup khas ketika matang. Rasanya cenderung manis dengan sedikit sensasi sepat sehingga memberikan cita rasa yang berbeda dibandingkan buah tropis lainnya.
Beberapa penelitian menunjukkan buah kepel mengandung senyawa flavonoid, polifenol, serta saponin yang bersifat antioksidan bagi tubuh manusia. Meski demikian, para peneliti masih memerlukan kajian lanjutan untuk memastikan manfaat kesehatan tersebut melalui uji klinis yang memadai.
Saat ini keberadaan pohon kepel semakin terbatas karena pertumbuhannya relatif lambat dan belum banyak dibudidayakan oleh masyarakat luas. Berbagai upaya pelestarian terus dilakukan melalui kebun raya, kawasan konservasi, serta lingkungan Keraton Yogyakarta agar populasinya tetap terjaga.
Yayasan KEHATI menyebut buah kepel sebagai salah satu kekayaan hayati Indonesia yang perlu dilestarikan bersama oleh seluruh masyarakat. Pelestarian tanaman endemik tersebut diharapkan mampu menjaga warisan budaya sekaligus mempertahankan keanekaragaman hayati Indonesia untuk generasi mendatang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....