Lomban, Tradisi Laut Masyarakat Jepara
- 29 Mei 2026 14:45 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Tradisi Lomban menjadi salah satu dari budaya masyarakat pesisir yang masih terus dijaga masyarakat Jepara hingga sekadang. Tradisi ini biasanya digelar beberapa hari setelah perayaan Idul Fitri.
Menelisik dari sejarah, Lomban sendiri telah berkembang sejak kehidupan masyarakat nelayan tumbuh di wilayah Jepara. Tradisi tersebut kemudian diwariskan secara turun-temurun sebagai budaya masyarakat pesisir.
Tradisi Lomban biasanya digelar di kawasan pantai dengan melibatkan masyarakat nelayan setempat. Warga kemudian berkumpul untuk mengikuti prosesi larung laut secara bersama-sama.
Sejak prosesi dimulai, perahu-perahu nelayan terlihat berlayar menuju tengah laut secara beriringan. Masyarakat dan wisatawan pun turut hadir untuk menyaksikan tradisi tersebut.
Di tengah prosesi tersebut, masyarakat biasanya membawa sesaji sebagai bentuk rasa syukur atas hasil laut yang telah diperoleh. Pada tradisi itu juga para nelayan memanjatkan doa bersama untuk keselamatan saat melaut.
Suasana meriah mulai terasa ketika iring-iringan perahu bergerak meninggalkan kawasan pelabuhan. Berbagai hiburan rakyat turut mengiringi jalannya tradisi Lomban di Jepara.
Tidak hanya menjadi tradisi tahunan saja, Lomban juga memperlihatkan bagaimana hubungan erat masyarakat Jepara dengan laut. Laut sendiri dianggap sebagai bagian penting dalam kehidupan masyarakat pesisir.
Hingga kini, tradisi Lomban masih terus dipertahankan masyarakat Jepara setiap bulan Syawal. Keberadaannya menunjukkan nilai syukur dan kebersamaan yang tetap hidup hingga sekarang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....