Pathol Sarang, Gulat Tradisional Khas Rembang

  • 26 Mei 2026 15:35 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Tradisi Pathol Sarang menjadi salah satu bagian dari budaya masyarakat pesisir Kabupaten Rembang. Tradisi ini sudah ada dan berkembang sejak masa Majapahit di Kecamatan Sarang.

Pada zaman dahulu, Pathol digunakan sebagai ajang mencari pemuda dengan kekuatan tubuh terbaik. Pemuda yang menang nantinya akan dipercayai menjadi pengawal kerajaan.

Dari kebiasaan tersebut, Pathol mulai dikenal sebagai tradisi masyarakat pesisir Sarang. Pada akhirnya terus diwariskan oleh masyarakat secara turun-temurun.

Dalam pertandingan yang dilakukan, para pemain akan bertarung di atas hamparan pasir pantai. Mereka saling merangkul dan menjatuhkan satu sama lain tanpa pukulan maupun tendangan.

Kesederhanaan dalam aturan yang berlaku, membuat Pathol memiliki ciri khas tersendiri apabila dibandingkan olahraga beladiri lainnya. Kekuatan tubuh dan keseimbangan menjadi kunci utama dalam pertandingan.

Ketangkasan para pemain di arena pasir menjadi daya tarik tersendiri dalam tradisi Pathol. Masyarakat pesisir kemudian berkumpul untuk menyaksikan pertandingan tersebut.

Pathol juga kerap hadir dalam kegiatan sedekah laut maupun perayaan desa masyarakat pesisir. Tradisi ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga mempererat hubungan antar masyarakat

Selain menjaga budaya lokal, Pathol Sarang juga mengajarkan sportivitas dalam setiap pertandingan. Tradisi ini menunjukkan bahwa budaya pesisir tetap hidup meski zaman terus berkembang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....