Fakta Unik dan Ragam Tradisi Suci dalam Perayaan Waisak

  • 26 Mei 2026 20:55 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Perayaan Hari Raya Waisak selalu diwarnai oleh berbagai fakta unik serta tradisi suci yang sangat memikat. Jutaan umat Buddha di seluruh dunia merayakan momen ini dengan penuh rasa syukur dan sukacita.

Fakta utama adalah peringatan tiga peristiwa penting atau Tri Suci Waisak yang menjadi inti utama dari seluruh rangkaian ritual keagamaan ini. Peristiwa tersebut meliputi lahirnya Pangeran Siddharta, pencapaian Penerangan Sempurna, serta wafatnya Sang Buddha Gautama.

Penentuan tanggal hari raya ini menggunakan kalender lunar kuno dan selalu jatuh pada bulan purnama. Oleh karena itu, penanggalan masehi untuk perayaan Waisak selalu berubah-ubah setiap tahunnya secara dinamis.

Tradisi melepas hewan liar atau biasa disebut fangsen menjadi ritual yang sangat populer saat Waisak. Umat Buddha melepas burung atau ikan ke alam bebas sebagai simbol welas asih makhluk hidup.

Di Indonesia, Candi Borobudur selalu menjadi pusat perayaan nasional yang memikat perhatian wisatawan dunia. Prosesi jalan kaki dari Candi Mendut menuju Borobudur menjadi ritual wajib para biksu sangha.

Tradisi menyalakan dan menerbangkan ribuan lampion ke langit malam menjadi puncak acara yang paling dinanti. Cahaya terang lampion tersebut melambangkan penerangan bagi kegelapan dunia serta simbol harapan yang tulus.

Selain itu, umat juga melakukan tradisi memandikan patung Buddha kecil menggunakan air bunga yang harum. Ritual ini bermakna membasih diri dari segala kotoran batin dan pikiran buruk manusia.

Selama hari raya ini, umat Buddha sangat dianjurkan untuk mengonsumsi makanan vegetarian secara penuh. Langkah ini dilakukan guna menghormati kehidupan dan menghindari pembunuhan mahluk hidup selama hari suci.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....