Mengenal Tata Upacara Tetesan: Simbol Kesucian Anak Perempuan Jawa

  • 11 Mei 2026 09:25 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Upacara Tetesan merupakan tradisi sakral bagi anak perempuan Jawa yang mulai menginjak usia dewasa. Ritual ini menjadi simbol penyucian diri dan tanda peralihan fase dari masa kanak-kanak.

Prosesi utama diawali dengan acara siraman menggunakan air bunga setaman yang penuh doa keselamatan. Siraman bertujuan untuk membersihkan lahir dan batin sang anak sebelum memasuki tahapan kehidupan baru.

Setelah siraman, dilakukan prosesi pemotongan sedikit rambut sebagai simbol membuang segala hal buruk. Hal ini bermakna agar masa depan sang anak selalu diliputi kebaikan dan kemuliaan karakter.

Bagian inti dari tradisi ini adalah ritual simbolis sebagai tanda kesucian bagi anak perempuan. Orang tua memberikan bimbingan spiritual agar sang anak mampu menjaga kehormatan diri dan keluarga.

Acara dilanjutkan dengan berganti pakaian menggunakan kain motif khusus yang melambangkan keanggunan perempuan Jawa. Busana ini mencerminkan harapan agar anak tumbuh menjadi pribadi yang berwibawa dan santun.

Keluarga kemudian menyajikan berbagai jenis sesaji seperti tumpeng, jajan pasar, serta aneka jenang warna-warni. Setiap sajian memiliki makna filosofis tentang rasa syukur dan permohonan berkah kepada Tuhan.

Upacara Tetesan juga menjadi momen penting bagi orang tua untuk memberikan nasihat kehidupan. Anak diajarkan tentang tanggung jawab moral dan etika perilaku dalam kehidupan bermasyarakat.

Melestarikan tradisi Tetesan berarti menjaga nilai-nilai luhur dalam menghormati martabat seorang perempuan sejak dini. Ritual ini terus dijaga sebagai warisan budaya yang mendidik dan penuh makna spiritual.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....