Rodat, Kesenian Tradisi Penjembatan Hubungan Manusia dengan Tuhan

  • 07 Mei 2026 17:59 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID - SEMARANG: Rodat merupakan salah satu bentuk kesenian tradisional yang berkembang di Pulau Jawa, Bali serta beberapa daerah lain. Kesenian ini mempunyai latar belakang agama islam, terutama pada syair-syair aslinya yang berbahasa arab.

Kesenian ini digunakan sebagai sarana penyebaran agama islam, namun lama-kelamaan berfungsi sebagai sarana hiburan bagi rakyat setempat. Dari unsur seni pembentuknya, rodat merupakan perpaduan dari tiga unsur seni yaitu musik, tari dan sastra.

Secara etimologi, kata Rodat diambil dari kata Raudah dari Bahasa Arab yaitu nama taman di tanah suci. Nyanyian pada kesenian Rodat didominasi oleh nyanyian berbahasa Arab.

Meski demikian, banyak juga lagu-lagu berbentuk pantun khas etnis Melayu yang bernilai pesan tentang kebesaran dan kecintaan manusia terhadap Tuhan. Juga tentang ciptaanNya, kemuliaan para Nabi, kemasygulan akan keindahan alam ciptaan Tuhan dan indahnya suatu kebersamaan walau dalam perbedaan.

Gerak tari berupa gerakan bela diri, yakni seni pencak silat yang berasal dari Indonesia. Sekilas gerakannya menyerupai seni pertunjukan Bali, yaitu tari Kecak. Hal ini terlihat pada gerakan terakhir kesenian Rodat yang membentuk lingkaran, sebelum atraksi pencak silat dimulai.

Versi lengkapnya kesenian Rodat didukung oleh kurang lebih 60 orang pemain laki-laki, di antaranya 45 orang sebagai penari. Lengkap dengan 15 orang sebagai penabuh musik pengiring.

Sarana musik pengiringnya sangat sederhana, yaitu:

Jidur (sejenis kendang besar berdiameter sekitar 100 cm ). Berfungsi sebagai pengatur lambat atau cepatnya sebuah gerakan yang disesuaikan dengan lagu pengiringnya.

Kedencong (sejenis kendang/rebana berdiameter sekitar 40 cm). Berfungsi mengikuti irama jidur dengan cara saling bersahutan sesuai dengan irama lagu yang sedang diiringi.

Perkembangan kesenian ini sempat punah di era tahun 70-an dan bangkit diera 80an. Kini, kesenian Rodat sering berfungsi sebagai pengisi acara ketika hari besar nasional maupun keagamaan.

Kesenian ini dapat berbentuk pawai, pertunjukan di lapangan atau panggung terbuka. Hingga pementasan dalam rangka penjemputan pasangan pengantin, acara khitanan dan lain sebagainya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....