Pesta Rakyat Songo Koma Songo Satukan Seni dan UMKM

  • 23 Agt 2026 11:17 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Kudus - Pesta Rakyat Songo Koma Songo di Desa Megawon, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, menjadi ruang pertemuan antara kesenian, masyarakat, dan pelaku UMKM. Kegiatan yang digelar selama dua hari, Sabtu-Minggu, 22-23 Agustus 2026, tersebut mengusung semangat merawat budaya sekaligus mendorong UMKM agar semakin berdaya.

Panitia Pesta Rakyat Songo Koma Songo, Daffa Yudistira mengatakan, kegiatan tersebut berawal dari inisiatif teman-teman Teater Songo Koma Songo yang selama ini lebih banyak berkutat pada pertunjukan di panggung prosenium.

Menurutnya, panggung prosenium masih cukup awam bagi sebagian masyarakat. Karena itu, pihaknya mencoba membawa kesenian lebih dekat dengan kehidupan masyarakat melalui kegiatan yang berlangsung di lingkungan kampung.

“Kita hidup di ranah kampung, akhirnya kita diskusi bagaimana cara kita memperkenalkan kesenian di masyarakat setempat,” ujar Daffa.

Konsep yang diusung dalam kegiatan tersebut memadukan unsur modern dan tradisional. Tidak hanya menghadirkan pertunjukan seni, Pesta Rakyat Songo Koma Songo juga melibatkan UMKM agar keduanya dapat berjalan beriringan.

Daffa menegaskan, seni menurutnya tidak hanya berkutat pada dunia panggung, akting, maupun pertunjukan. Kesenian juga dapat mengambil peran dalam menggerakkan perekonomian masyarakat melalui UMKM.

“Peserta yang sesungguh-sungguh merawat budaya, UMKM berdaya,” katanya saat menjelaskan tema kegiatan.

Selama dua hari, rangkaian acara berlangsung mulai sore hingga malam. Hari pertama lebih banyak diisi dengan pertunjukan seni dan sastra. Di antaranya live session mengenai proses dan sejarah pembuatan getuk gulung.

Lalu penampilan sastrawan puisi Ahmad Zen, pertunjukan drama dari Teater Lab, Kampung Budaya Cabean dari Papringan yang menghadirkan dua pertunjukan tari mulai dari anak-anak hingga dewasa, serta pertunjukan Ruang Intim berupa teatrikal musik.

Selain itu, terdapat kolaborasi Teater Obeng dan Teater Simpul Demak Raya yang menghadirkan musikalisasi puisi, serta penampilan Cotsu. Sementara pada hari kedua, keterlibatan masyarakat Desa Megawon semakin diperkuat. Sejumlah unsur warga juga ikut tampil.

Bagi Daffa, keterlibatan warga menjadi bagian penting dari tujuan kegiatan. Ia berharap masyarakat tidak lagi memandang seni hanya sebatas pertunjukan di atas panggung, tetapi juga melihat peluang kolaborasinya dengan sektor UMKM.

“Kita juga pengen ngasih tahu dan berharap antusias masyarakat itu tinggi. Jadi untuk tahun depan kita bisa buat semangat lagi untuk Pesta Rakyat yang kedua,” ungkapnya.

Apresiasi terhadap kegiatan tersebut juga disampaikan Seno, pelaku seni asal Kaliwungu, Kudus. Ia menilai Pesta Rakyat Songo Koma Songo menjadi kegiatan yang luar biasa karena lahir dari masyarakat dan membuka ruang kolaborasi bagi berbagai pegiat seni.

Menurut Seno, kegiatan tersebut tidak hanya melibatkan satu jenis kesenian. Sejumlah pegiat dari teater, tari, hingga musik mendapatkan ruang untuk tampil dan berkolaborasi.

“Ini sangat luar biasa, karena ini dari warga untuk berkolaborasi dengan kesenian-kesenian yang ada di luar, khususnya Megawon. Mengundang pegiat seni dari teater, tari, ini sangat menarik,” kata Seno.

Dalam kegiatan tersebut, Seno bersama sekitar 20 orang rekannya menampilkan musikalisasi puisi. Mereka membawakan tiga lagu yang merupakan karya sendiri.

Karya yang ditampilkan mengangkat tema sosial. Selain menyampaikan kritik terhadap kondisi sosial, pertunjukan tersebut juga membawa pesan untuk mendekatkan masyarakat dan menghadirkan suasana damai.

Seno berharap kegiatan semacam itu tidak berhenti di Desa Megawon. Menurutnya, kegiatan seni yang melibatkan masyarakat perlu terus dikembangkan dan digelar di berbagai desa di Kabupaten Kudus.

“Untuk acara seperti ini perlu dibudidayakan, khususnya tidak hanya di Megawon, tapi di kota Kudus, di desa-desa lain juga harus diadakan,” ujarnya.

Ia menilai kegiatan seni dapat menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi sekaligus memberikan ruang bagi para pelaku seni untuk terus berkarya. Ia berharap adanya ruang pertunjukan yang lebih rutin dapat membuat geliat kesenian di Kudus semakin hidup.

Dengan memadukan pertunjukan seni, keterlibatan warga, dan UMKM, Pesta Rakyat Songo Koma Songo diharapkan menjadi awal dari ruang kebudayaan yang lebih dekat dengan masyarakat. Bukan hanya menjadi panggung bagi seniman, tetapi juga menjadi wadah untuk memperkuat hubungan sosial dan menggerakkan potensi ekonomi warga. (RK)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....