Media Sosial Dorong Perkembangan Dunia Tari di Indonesia

  • 30 Apr 2026 21:06 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Perkembangan teknologi digital membawa perubahan signifikan dalam dunia tari di Indonesia. Owner Sanggar Gendhis Dance Center, Gendhis Ayu, menilai media sosial kini menjadi sarana utama pembelajaran sekaligus promosi bagi para penari, khususnya generasi muda.

“Dulu kalau mau belajar tari harus datang langsung ke sanggar atau mencari guru. Sekarang, lewat platform seperti YouTube dan TikTok, siapa saja bisa belajar dari mana saja,” kata Ayu, Rabu, 29 April 2026.

Ia mengaku aktif membagikan konten tari sebagai media pembelajaran, terutama bagi mereka yang belum memiliki akses ke sanggar. Fenomena ini dinilai mempercepat perkembangan tari, termasuk munculnya berbagai kreasi baru yang lebih inovatif.

Namun demikian, Ayu menyoroti masih adanya tantangan, terutama dalam hal kepercayaan diri bagi pemula. Banyak anak muda yang tertarik menari, tetapi ragu untuk memulai karena merasa minder.

“Percaya diri itu harus dibangun dari diri sendiri. Cara paling efektif adalah mulai terlibat, misalnya ikut sanggar atau komunitas, supaya terbiasa tampil di depan orang,” katanya.

Selain itu, ia menekankan pentingnya menjaga nilai budaya di tengah arus modernisasi. Menurutnya, perkembangan tari harus tetap sejalan dengan upaya melestarikan identitas daerah.

Ayu berharap ke depan para penari di Indonesia dapat saling mendukung tanpa sekat. “Penari support penari, di mana pun tempatnya, apapun jenis tariannya, kita tetap satu sebagai penari,” ucapnya. (Aritsu)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....