Gerebeg Getuk, Wujud Syukur dan Simbol Kearifan Lokal Masyarakat Magelang

  • 13 Apr 2026 12:14 WIB
  •  Semarang
Poin Utama
  • Gerebeg Getuk,
  • Hari Jadi ke-1120 Kota Magelang
  • eks Kantor Diklat Keuangan RI di Magelang
  • Pendopo Alun-alun
  • palawila

RRI.CO.ID, Kota Magelang- Ribuan orang masyarakat Kota dan Kabupaten Magelang memenuhi Alun-alun Kota Magelang untuk menyaksikan Gerebeg Getuk, Minggu, 12 April 2026. Gerebeg Getuk tersebut merupakan puncak perayaan Hari Jadi ke-1120 Kota Magelang dan sebagai wujud rasa syukur sekaligus simbol kearifan lokal masyarakat Magelang.

Panitia menyediakan dua gunungan utama, yakni gunungan jaler (Laki-laki) dan gunungan estri (perempuan) yang berisi sekitar 1.120 buah getuk dengan total berat mencapai 300 kilogram. Selain dua gunungan getuk, juga diperebutkan 17 gunungan yang berisi palawila ( hasil bumi) dan UMKM dari 17 kelurahan yang ada.

Masyarakat yang hadir sejak pagi sudah tidak sabar untuk merebutkan gunungan gethul maupun gunungan palawija. Begitu Wali Kota Magelang Damar Prasetyono memberikan aba- aba untuk merebut, hanya dalam hitungan menit, dua gunungan gethuk dan 17 gunungan palawija langsung ludes habis.

Pada prosesi tahun ini, ada sedikit perbedaan daripada tahun-tahun sbelumnya. Rute kirab yang dimulai dari Kampung Meteseh sebagai cikal bakalnya Kota Magelang tersebut tidak singgah di Kantor PDAM (dulunya merupakan Kantor Wali Kota Magelang).

Kirab singgah di Pendopo eks Kantor Badan Diklat Keuangan RI, yang kini telah diserahkan ke Pemkot Magelang. Meskipun ada perubahan rute kirab, tetapi tidak mengurangi makna dan sejarah kirab tersebut.

"Inovasi dalam sebuah event diperlukan, tapi tentunya pakem yang ada tetap dilaksanakan. Seperti Grebeg Getuk tahun ini, prosesi serah terima replika Prasasti Mantyasih sebelumnya di PDAM, sekarang di Pendopo Alun-alun di kompleks eks Kantor Badan Diklat Keuangan RI," kata Damar.

Sementara itu, warga Kelurahan Tidar Utara, Ani mengaku senang bisa menyaksikan langsung Gerebeg Getuk, meskipun dirinya tidak mendapatkan getuk yang dibagi-bagikan. Menurutnya, Gerebeg Gethuk tahun ini lebih meriah dibandingkan tahun –tahun sebelumnya.

“Tahun ini, Gerebeg Getuk lebih simpel dan acaranya dipadatkan sehingga lebih singkat daripada tahun-tahun sebelumnya. Meskipun lebih singkat, acaranya lebih meriah dibandingkan tahun –tahun sebelumnya,” katanya.

Prosesi Gerebeg Getuk tahun ini juga ditandai dengan peresmian nama baru pendopo eks Kantor Diklat Keuangan RI di Magelang. Nama pendopo tersebut, yakni Pendopo Alun-alun, dipilih karena lokasi pendopo tersebut berada persis di sebelah utara Alun-alun Kota Magelang. (wied)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....