Kirab Budaya Batang Digelar Meriah, Pusaka Tombak Kyai Abirawa Ikut Diarak

  • 13 Apr 2026 09:38 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Batang – Peringatan Hari Kembalinya Kabupaten Batang ke-60 digelar meriah dengan kirab budaya yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, Minggu, 12 April 2026. Salah satu yang menjadi sorotan adalah diaraknya Tombak Pusaka Kyai Abirawa.

Kirab budaya ini juga menghadirkan ahli waris pusaka beserta pengiringnya. Kehadiran pusaka tersebut tidak terlepas dari sejarah pemerintahan Kadipaten Batang sejak era Mataram Islam.

Tombak Pusaka Kyai Abirawa yang disemayamkan di Gedong Pusaka Batang hanya diarak pada momen khusus. Pusaka ini menjadi bagian penting dalam berbagai upacara adat daerah.

Pewaris Tombak Pusaka Kyai Abirawa, Raden Susanto Waluyo, mengatakan persiapan kirab telah dilakukan sejak beberapa hari sebelumnya. Sejumlah pusaka turut disiapkan untuk memeriahkan kegiatan.

"Kami bersama para kru sudah mempersiapkan segala sesuatunya sejak beberapa hari yang lalu. Termasuk, menyiapkan pusaka-pusaka yang akan turut dikirab, di antaranya Tombak Pusaka Kyai Abirawa, Keris Piandel Adipati Batang 1, Payung Tunggul Pangayom dan tombak pengiring lainnya," ujarnya saat ditemui di Pendapa Kabupaten Batang

Ia menjelaskan tidak ada ritual khusus dalam kirab tersebut. Namun, kelengkapan "ubo rampe" tetap menjadi hal penting dalam prosesi.

"Keikutsertaan Tombak Pusaka Kyai Abirawa ini sebagai wujud ikut merasakan kebahagiaan di Hari Kembalinya Kabupaten Batang ke-60. Makna Batang Gumregah Hanggayuh Barokah, Datan Katun Budaya Luhung Kuncara Hanjayeng Bawana, agar Kabupaten Batang menjadi semakin maju dan terkenal ke seluruh penjuru dunia," ucapnya.

Kirab budaya juga diikuti organisasi perangkat daerah dan masyarakat umum. Berbagai kostum unik ditampilkan sebagai bentuk kecintaan terhadap budaya Batang.

Salah satu peserta, Neko Rossa Regeta dari Bank Jateng Cabang Batang, mengaku bangga dapat berpartisipasi dalam kirab budaya tersebut. "Saya mengenakan kostum Dewi Laras, sosok penguasa Alas Roban yang menceritakan hutan di sepanjang jalur Pantura Batang dengan aura penuh mistik," katanya.

Sekretaris Diskominfo Batang, Puji Setyowati, juga menyampaikan harapannya. Ia menilai momentum ini penting untuk melestarikan budaya daerah.

"Semoga di Hari Kembalinya Kabupaten Batang ke-60, membawa masyarakatnya semakin maju, sejahtera dan bahagia. Karena ini temanya uri-uri budaya wayang, ya kita manut saja sama dalangnya," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....