Komunitas Hompimpa Semarang Hidupkan Lagi Mainan Tradisional di Kalangan Remaja
- 09 Apr 2026 22:46 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Di tengah maraknya penggunaan gadget di kalangan anak dan remaja, Komunitas Hompimpa Semarang hadir membawa angin segar dengan menghidupkan kembali permainan tradisional sebagai sarana hiburan sekaligus pembelajaran.
Ketua Komunitas Hompimpa Semarang, Dwi Rejeki Utami, menjelaskan, komunitas ini berdiri sejak 21 Desember 2016 dan digagas oleh mahasiswa dari berbagai kampus di Semarang. Latar belakangnya adalah keprihatinan terhadap anak-anak yang mulai meninggalkan permainan tradisional.
“Anak-anak sekarang lebih asyik dengan gadget. Padahal permainan tradisional punya banyak manfaat, baik untuk kreativitas, motorik, maupun kemampuan sosial,” katanya saat wawancara di Pro 2 RRI Semarang, Rabu, 8 April 2026.
Menurutnya, permainan seperti engklek, gobak sodor, hingga egrang bambu tidak hanya menyenangkan, tetapi juga melatih berbagai keterampilan. Engklek, misalnya, dapat dimodifikasi dengan gambar kreatif yang melatih imajinasi, sementara gobak sodor melatih strategi, komunikasi, dan kerja sama tim.
Komunitas Hompimpa juga aktif mengadakan berbagai kegiatan. Mulai dari bermain bersama di Car Free Day Simpang Lima, kunjungan ke sekolah, hingga kegiatan sosial di kampung dan panti asuhan.
“Permainan tradisional ini bisa jadi hiburan offline yang seru. Ada rasa kebersamaan, tantangan, dan tentu saja sehat karena banyak bergerak,” tambahnya.
Melalui kegiatan tersebut, Hompimpa berharap generasi muda kembali mengenal dan mencintai permainan tradisional sebagai bagian dari budaya sekaligus sarana pengembangan diri. (Aritsu)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....