Lakon Sayembara Manthili Warnai Pagelaran Wayang Kulit di RRI Semarang

  • 27 Jul 2026 11:56 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Suasana Auditorium Baru RRI Semarang tampak semarak saat pagelaran wayang kulit digelar, Sabtu, 25 Juli 2026. Alunan gamelan mengiringi penampilan dalang Ki Bremara Sekar Wangsa yang membawakan lakon Sayembara Manthili dalam kegiatan yang diselenggarakan RRI Semarang bersama Ikatan Purna Karyawan Pendidikan dan Kebudayaan (IPPK) Provinsi Jawa Tengah.

Pagelaran tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-53 IPPK Provinsi Jawa Tengah sekaligus sebagai upaya melestarikan seni budaya kepada masyarakat. Pertunjukan di Auditorium Baru RRI Semarang itu menghadirkan suasana budaya yang kental, dengan pesan-pesan kehidupan yang disampaikan melalui cerita pewayangan.

Ki Bremara Sekar Wangsa mengatakan, lakon Sayembara Manthili dipilih karena memiliki pesan tentang keteguhan, kesungguhan, dan kegigihan Raden Wijaya dalam meraih cita-cita. Menurutnya, nilai tersebut masih relevan untuk menjadi teladan bagi generasi muda dalam menghadapi berbagai tantangan.

"Melalui lakon ini, kita bisa melihat bagaimana keteguhan dan kesungguhan seseorang dalam memperjuangkan cita-cita. Nilai seperti itu penting dikenalkan kepada generasi muda," ujar Ki Bremara.

Ia berharap seni wayang kulit terus berkembang di Kota Semarang dan semakin diminati kalangan muda. Menurutnya, keberhasilan pelestarian wayang memerlukan peran bersama antara dalang yang mampu menyajikan pertunjukan menarik serta generasi muda yang mau mengenal dan mempelajari nilai-nilai budaya melalui wayang.

Kepala RRI Semarang Bambang Dwiana mengatakan pagelaran tersebut merupakan hasil kolaborasi antara RRI Semarang dan IPPK Provinsi Jawa Tengah. Menurutnya, kerja sama itu menjadi bentuk sinergi dalam menghadirkan ruang pelestarian budaya melalui media publik.

Ia menjelaskan, RRI juga tengah menjalin komunikasi dengan Pepadi Provinsi Jawa Tengah maupun Pepadi Kota Semarang agar pagelaran wayang dapat dilaksanakan secara berkala. Ke depan, kegiatan serupa diharapkan bisa digelar rutin, baik setiap bulan maupun setiap selapan (35 hari).

Selain menghadirkan pertunjukan, RRI juga mendorong inovasi dalam penyajian wayang agar lebih sesuai dengan perkembangan zaman. Salah satunya melalui durasi pertunjukan yang lebih ringkas tanpa mengurangi nilai dan substansi cerita.

"Generasi muda jangan hanya dijadikan objek, tetapi harus menjadi subjek yang terlibat langsung dalam kegiatan seni budaya. Karena itu kami ingin bergerak bersama komunitas, sekolah, hingga perguruan tinggi agar semakin banyak anak muda mencintai wayang," ujarnya. ( taufiq Mg)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....