Konjungsi dalam Bahasa Jawa
- 27 Mar 2026 10:12 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID - Semarang: Kata sambung atau konjungsi merupakan kata yang digunakan untuk menghubungkan kata dengan kata, frasa dengan frasa, klausa dengan klausa, dan kalimat dengan kalimat. Dalam bahasa Jawa kata sambung disebut dengan tembung panggandheng.
Sama halnya bahasa Indonesia, dalam bahasa Jawa pun memiliki kata penghubung sesuai dengan fungsinya masing-masing. Misalnya kata hubung yang dipakai untuk menyatakan urutan disebut “banjur” atau “lajeng”.
Selain itu, menurut Dosen Jurusan Bahasa Jawa UPGRIS Semarang Dr. Bambang Sulanjari, SS, MA, ada beberapa macam konjungsi dalam bahasa Jawa ;
1. Atau merupakan kata hubung yang bertujuan untuk memilih, dalam bahasa Jawa disebut “utawi”
2. Kata sambung untuk menjelaskan urutan dalam bahasa Jawa merupakan “banjur” atau “lajeng”
3.“Amarga” ataupun “jalaran” merupakan kata hubung untuk menyatakan sebab akibat dalam bahasa Jawa
4. Kaya(baca: koyo)” merupakan kata hubung yang bertujuan untuk menyatakan perbandingan yang berarti ‘’seperti’’
5. “Lan”, “karo”, “sarta”adalah kata penghubung dalam bahasa Jawa yang bermagsud ‘’dan’’ dalam bahasa Indonesia.
6. Kata hubung yang bertujuan untuk menyatakan waktu dalam bahasa Jawa yaitu “nalika”, “sak uwise”, “sadurunge”.
7. Tetapi merupakan kata hubung menyatakan pertentangan yang sering disebut “nanging” dalam bahasa Jawa
8. Mirip dengan bahasa Indonesia, kata hubung yaitu dalam bahasa Jawa merupakan “yaiku”.
9. Kata penghubung untuk menyatakan sasaran adalah untuk, dalam bahasa Jawa disebut “kanggo”
Itulah sembilan macam konjungsi atau kata sambung bahasa Jawa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....