Perang Obor, Tradisi Api dari Tegal Sambi Jepara
- 16 Mar 2026 12:29 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Tradisi Perang Obor di Desa Tegal Sambi, Jepara menjadi salah satu warisan budaya masyarakat. Ritual ini dikenal sebagai bentuk syukur sekaligus permohonan keselamatan bagi Desa Tegal Sambi.
Ritual ini menampilkan warga yang saling memukul menggunakan obor yang menyala. Tradisi ini dipercaya membawa keselamatan sekaligus untuk menolak bala bagi desa.
Perang obor berawal dari kisah Ki Babadan dan Ki Gemblong pada abad ke-16. Pertikaian keduanya menggunakan obor yang dipercaya dapat membawa kesembuhan bagi hewan ternak masyarakat.
Sejak peristiwa tersebut, masyarakat Tegal Sambi melestarikan Perang Obor secara turun-temurun. Tradisi Perang Obor dilaksanakan setiap tahun sebagai ungkapan kepada sang pencipta.
Perang Obor biasanya digelar setahun sekali pada hari Senin Pahing, malam Selasa Pon di bulan Dzulhijjah dalam penanggalan Jawa dan Hijriah. Yang juga bertepatan dengan rangkaian sedekah bumi desa.
Sebelum puncak ritual, masyarakat menyiapkan obor dari pelepah kelapa dan daun pisang kering untuk nanti dibakar. Selain itu, persiapan yang dilakukan juga meliputi doa bersama beberapa rangkaian adat.
Pada malam puncak, masyarakat atau peserta saling memukul menggunakan obor yang telah dinyalakan. Aksi tersebut dilakukan secara berpasangan di jalan desa dipertontonkan oleh masyarakat setempat.
Meski tampak berbahaya, masyarakat memaknai tradisi ini sebagai simbol dalam melawan penyakit dan kesialan. Tradisi ini juga dipercaya dapat memperkuat kebersamaan antar masyarakat desa.
Pada saat ini, Perang Obor menjadi daya tarik wisata budaya di Jepara. Tradisi yang diperkenalkan yang kaya akan nilai sejarah dan terdapat identitas budaya masyarakat setempat. (Nixon)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....