Di Balik Tragedi Songkran, Tersimpan Tradisi Suci Tahun Baru Thailand
- 16 Apr 2026 15:36 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang — Perayaan Festival Songkran 2026 di Thailand tahun ini diwarnai kabar duka setelah ratusan orang dilaporkan meninggal akibat kecelakaan lalu lintas selama masa libur panjang. Dalam beberapa hari pertama, angka korban jiwa bahkan mencapai lebih dari 190 orang, menjadikan momen yang identik dengan kebahagiaan berubah menjadi tragedi nasional.
Di balik peristiwa tersebut, Songkran sejatinya merupakan perayaan Tahun Baru tradisional Thailand yang sarat nilai budaya dan spiritual. Festival ini rutin digelar setiap 13–15 April dan menjadi salah satu momen terpenting bagi masyarakat Thailand untuk memulai siklus kehidupan baru.
Secara etimologis, kata “Songkran” berasal dari bahasa Sanskerta saṅkrānti yang berarti perpindahan atau perubahan. Istilah ini merujuk pada pergerakan matahari memasuki rasi Aries, yang secara simbolis menandai pergantian tahun dalam kalender tradisional.
Dalam praktiknya, Songkran tidak hanya identik dengan perang air di jalanan seperti yang dikenal luas saat ini. Tradisi utamanya justru berakar pada ritual keagamaan, seperti mengunjungi kuil, memberikan persembahan kepada biksu, serta menyiram air ke patung Buddha sebagai simbol penyucian diri.
Selain itu, masyarakat Thailand juga memiliki tradisi menyiramkan air secara perlahan ke tangan orang tua sebagai bentuk penghormatan dan permohonan restu. Nilai kekeluargaan sangat kental dalam perayaan ini, di mana banyak orang pulang kampung untuk berkumpul bersama keluarga dan menghormati leluhur.
Seiring perkembangan zaman, Songkran mengalami transformasi menjadi festival publik yang meriah dan menarik wisatawan dari seluruh dunia. Tradisi simbolik air kemudian berkembang menjadi aktivitas saling menyiram air di jalanan, yang melambangkan kebersihan, pembaruan, serta harapan akan keberuntungan di tahun yang baru.
Festival ini juga diisi dengan berbagai kegiatan budaya seperti parade, permainan tradisional, hingga pemilihan “Miss Songkran” yang menampilkan busana khas Thailand. Bahkan, dalam beberapa tahun terakhir, Songkran telah diakui sebagai warisan budaya tak benda oleh UNESCO, menegaskan pentingnya nilai tradisi ini bagi masyarakat Thailand.
Tragedi yang terjadi pada perayaan tahun ini menjadi pengingat bahwa di balik kemeriahan festival besar, aspek keselamatan tetap harus menjadi prioritas utama. Harapannya, makna asli Songkran sebagai simbol penyucian, kebersamaan, dan awal baru tetap dapat terjaga di masa mendatang tanpa harus dibayangi peristiwa memilukan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....