Pameran Batu Nusantara di Semarang Ramai, Batu Bacan Masih Jadi Incaran

  • 05 Okt 2026 10:39 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Bursa Pameran Batu Nusantara, Permata, Pusaka, dan Antikan di Pasar Batu Dargo, Kota Semarang, mendapat antusiasme masyarakat hingga hari terakhir pada Minggu, 4 Oktober 2026. Dari berbagai jenis batu yang dipamerkan, Batu Bacan disebut masih menjadi salah satu incaran pengunjung.

Beragam koleksi ditawarkan kepada pengunjung, mulai dari batu nusantara, batu permata, keris, hingga berbagai barang antik. Pameran tersebut sekaligus menjadi ruang pertemuan bagi komunitas, pedagang, kolektor, dan penggemar batu dari berbagai daerah.

Sejumlah batu nusantara yang dipamerkan antara lain Batu Garut, Bacan, Fokay, Cempaka, Anggur, Kinyang, Chalcedony, Amethyst atau Kecubung, Sisik Naga, Kalimaya, Pandan, Baturaja, Idocrase, Klawing, hingga batu dari Nabire.

Ketua Paguyuban Semar Bersatu, Ahmad Muhaimin mengatakan batu nusantara masih memiliki daya tarik tersendiri bagi masyarakat. Menurutnya, batu nusantara menawarkan warna, kualitas, serta karakter yang beragam.

“Batu nusantara banyak diminati masyarakat karena warnanya, kualitas batunya, dan keunikannya. Batu Bacan masih menjadi incaran para pengunjung,” ujarnya.

mengatakan animo masyarakat terhadap pameran tersebut cukup tinggi. Pengunjung yang datang didominasi penggemar batu akik, batu gambar, hingga kolektor berbagai jenis pusaka.

“Alhamdulillah animo masyarakat cukup baik. Bahkan, ada yang mengusulkan agar kegiatan serupa nanti digelar tiga hari,” katanya.

Pameran tersebut diikuti 45 stan yang menghadirkan pedagang dan kolektor dari berbagai daerah di Indonesia. Peserta antara lain datang dari Jakarta, Surabaya, Banyumas, Salatiga, Solo, Tegal, Pekalongan, serta tuan rumah Semarang.

Menurut Ahmad, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang transaksi, tetapi juga wadah mempererat hubungan antarpenggemar batu akik dan pusaka dari berbagai daerah. Pameran diharapkan dapat ikut menghidupkan kembali perdagangan batu akik, permata, keris, dan barang antik di Kota Semarang.

Ia mengapresiasi komunitas batu, kolektor, serta penggemar pusaka yang telah berpartisipasi dalam pameran tersebut. Ahmad berharap Paguyuban Semar Bersatu dapat kembali menggelar kegiatan serupa dengan skala yang lebih besar.

“Mudah-mudahan ke depan kami bisa menggelar kegiatan lagi. Lebih besar,” kata dosen Universitas Semarang (USM) tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....