Warga Binaan Lapas Semarang Panen Kangkung 60 Kilogram, Hasil Belajar Mandiri

  • 02 Okt 2026 13:06 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Aktivitas bercocok tanam menjadi salah satu kegiatan produktif bagi warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Semarang. Di tengah keterbatasan ruang gerak, mereka memanfaatkan waktu dengan menanam berbagai jenis sayuran, mulai dari kangkung, cabai, tomat hingga terong.

Pada Jumat, 2 Oktober 2026, warga binaan bersama petugas dan peserta magang kembali memanen kangkung yang ditanam di area beranggang luar Lapas Kelas I Semarang. Dari kegiatan tersebut, mereka berhasil menghasilkan sekitar 60 kilogram kangkung segar.

Salah seorang warga binaan berinisial WR mengaku senang dapat terlibat langsung dalam kegiatan pertanian tersebut. "Bercocok tanam menjadi aktivitas yang produktif sekaligus memberikan kesempatan untuk mempelajari keterampilan baru," katanya.

Ia berharap program pertanian di Lapas Semarang terus berlanjut sehingga warga binaan memiliki bekal keterampilan yang dapat dikembangkan setelah bebas nanti.

Kegiatan pertanian tersebut tidak hanya menjadi sarana mengisi waktu luang, tetapi juga memberikan kesempatan bagi warga binaan untuk mengembangkan keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke masyarakat.

Hasil panen kali ini memiliki nilai tambah karena akan disalurkan kepada pihak ketiga penyedia bahan makanan atau bama. Selanjutnya, kangkung tersebut diolah dan disuplai kembali untuk memenuhi kebutuhan dapur lapas.

Bagi warga binaan, kegiatan bertani memberikan pengalaman sekaligus suasana berbeda dari rutinitas sehari-hari di dalam lapas. Selain melatih keterampilan, bercocok tanam juga menjadi sarana untuk mengurangi kejenuhan selama menjalani masa pembinaan.

Kepala Lapas Kelas I Semarang, Ahmad Tohari mengapresiasi hasil panen tersebut. "Keberhasilan memanen 60 kilogram kangkung menjadi salah satu bukti bahwa program pembinaan kemandirian di bidang pertanian dapat memberikan manfaat nyata," katanya.

Selain menjadi sarana pembinaan keterampilan, hasil pertanian warga binaan juga turut mendukung ketersediaan bahan pangan. Terutama, untuk memenuhi kebutuhan dapur lapas.

Melalui program tersebut, Lapas Kelas I Semarang berharap warga binaan dapat mengembangkan kemampuan di bidang pertanian sekaligus menumbuhkan kemandirian. Keterampilan yang diperoleh diharapkan menjadi bekal untuk memulai kehidupan yang lebih produktif ketika kembali ke tengah masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....