Kekeringan Masih Mengintai, Dompet Dhuafa Siapkan Air Bersih Berkelanjutan

  • 23 Agt 2026 18:37 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID., Semarang - Dompet Dhuafa Jawa Tengah menyiapkan program penyediaan air bersih secara berkelanjutan untuk membantu masyarakat menghadapi kekeringan. Program tersebut tidak hanya dilakukan saat puncak musim kemarau, tetapi menjadi bagian dari program reguler sepanjang tahun.

Program Partnership and Fundraising Dompet Dhuafa Jawa Tengah, Handita Timur Adlima mengatakan, program tersebut bernama Air untuk Kehidupan atau AUK. Program itu menjadi salah satu upaya Dompet Dhuafa dalam merespons kebutuhan air bersih masyarakat, terutama ketika memasuki musim kemarau.

“Air untuk Kehidupan ini sebenarnya adalah program reguler kami sepanjang tahun, jadi bukan hanya ketika terdapat kekeringan saja. Memang pemanfaatannya sangat berdampak ketika sudah memasuki momentum kekeringan,” ujar Timur.

Selain distribusi air bersih, program AUK juga dikembangkan melalui pipanisasi dan pembangunan sumur di wilayah yang memungkinkan. Pipanisasi dilakukan dengan memasang instalasi pengairan dari sumber air menuju permukiman warga, sementara pembangunan sumur diarahkan ke wilayah yang masih memungkinkan memperoleh sumber air tanah.

Timur sapaan akrabnya menyebut, salah satu program pipanisasi pernah dilakukan di Desa Bercak, Boyolali, bekerja sama dengan Bank Indonesia. Instalasi sepanjang hampir lima kilometer dibangun untuk mengalirkan air dari sumber di kawasan perbukitan menuju masyarakat.

Sementara itu, berdasarkan hasil asesmen Dompet Dhuafa sejak akhir Juli 2026, sejumlah wilayah di Jawa Tengah teridentifikasi mengalami kekeringan dan masuk kategori rawan kekeringan ekstrem. Wilayah tersebut antara lain Blora, Sragen, Grobogan, Banyumas, Pemalang, serta Brebes bagian selatan.

Dalam penyaluran bantuan, Dompet Dhuafa juga berkoordinasi dengan BPBD dan berbagai pihak lainnya. Koordinasi dilakukan untuk memastikan bantuan air bersih tepat sasaran sekaligus memperkuat respons terhadap masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air.

Timur menambahkan, kebutuhan air bersih di sejumlah wilayah sangat mendesak karena sebagian masyarakat hanya mengandalkan sumber air terbatas. Di salah satu wilayah di Kabupaten Grobogan, misalnya, distribusi tujuh tangki air disebut hanya mampu memenuhi kebutuhan sekitar 288 kepala keluarga selama kurang lebih dua hari.

Meskipun faktanya itu hanya bisa mengatasi apa yang dikeluhkan warga itu kurang lebih 2 sampai 3 hari saja, tetapi ketika kita datang akhirnya warga berkerumun crowded. Nah, di situ juga terkadang timbul satu tantangan bagi kami, wrga itu berebut untuk bisa mendapatkan air gitu kan, nah, akhirnya terkadang juga menjadi sedikit chaos," jelasnya.

Ia menjelaskan itu salah satu tantangan yang juga hharusdimmitigasiagar seluruh masyarakat mendapatkan air secara merata. Tidak ada yang mendapatkan lebih banyak ataupun mendapatkan lebih sedikit.

Dompet Dhuafa mengajak masyarakat, komunitas, organisasi, maupun perusahaan melalui program tanggung jawab sosial untuk berkolaborasi membantu warga terdampak kekeringan. Upaya tersebut diharapkan dapat memperluas akses air bersih sekaligus memperkuat ketahanan masyarakat menghadapi musim kemarau.(imm)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....