Tim Tanggap Bencana Undip Layani Korban Gempa di Puskesmas Natarandang NTT

  • 01 Sep 2026 15:37 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Tim Diponegoro Disaster Assistance Response Team (D-DART) Universitas Diponegoro (Undip) masih melanjutkan misi kemanusiaan di wilayah terdampak bencana alam di Nusa Tenggara Timur (NTT). Setelah sepekan berada di lokasi, tim tidak hanya menyalurkan bantuan logistik, tetapi juga memberikan layanan medis kepada masyarakat.

Layanan kesehatan dilakukan di Posko Bencana melalui kerja sama dengan Puskesmas Natarandang. Sebanyak 175 pasien mendapatkan pemeriksaan kesehatan yang ditangani oleh dokter dan perawat dari Fakultas Kedokteran Undip.

Tim D-DART terdiri atas dosen, dokter, perawat, dan mahasiswa dari berbagai bidang keahlian untuk memberikan bantuan sesuai kebutuhan masyarakat terdampak bencana. Mereka di antaranya Ns Nur Hafizhah Widyaningtyas, S.Kep., M.Kep, Ns. Marsha Yoke Nancy, S.Kep., M.Sc., Aldani Putri Wijayanti, S.Psi., M.Sc., dr. Hasbullah Kasim, dr. Ryco Giftyan Ardika, Ahmad Aqil Widyantoro, S.EI., Mohammad Pandu Pradana, S.Si. dan Fadhil Raihan Akbar, S.Kep, M. Umar Dani, S.Kep. dan M. Ilham Deryan Martono.

Rektor Undip, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota tim yang masih menjalankan tugas kemanusiaan di lapangan. Ia berharap bantuan yang diberikan dapat membantu meringankan beban masyarakat terdampak bencana.

“Besar harapan, sedikit bantuan dari kami, dapat meringankan beban yang ada. Semoga para korban dan relawan selalu dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa, 1 September 2026.

Selain layanan medis, D-DART juga memberikan pendampingan psikososial kepada masyarakat terdampak. Kegiatan tersebut menyasar anak-anak di SD Wue dengan melibatkan tenaga dosen dari Fakultas Psikologi Undip.

Pendampingan bagi anak-anak dilakukan melalui sejumlah kegiatan yang dikemas secara edukatif dan menyenangkan. Di antaranya permainan edukatif, mobile mini library session, serta bernyanyi bersama.

Pendampingan psikososial juga diberikan kepada kelompok lansia. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan dukungan tidak hanya terhadap kebutuhan kesehatan fisik, tetapi juga kondisi psikologis masyarakat setelah menghadapi bencana.

Kehadiran D-DART mendapat sambutan antusias dari masyarakat setempat. Di tengah keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan akibat kondisi bencana, pelayanan yang diberikan menjadi bentuk kepedulian dan solidaritas Undip bagi warga terdampak.

Koordinasi dengan berbagai pihak di lapangan terus dilakukan untuk memastikan bantuan dan pelayanan dapat diberikan sesuai kebutuhan masyarakat. Bantuan logistik yang dibawa dari Semarang juga disalurkan kepada wilayah yang terdampak.

D-DART merupakan tim Pusat Penanggulangan Bencana yang berada di bawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Undip. Tim tersebut menjadi bagian dari upaya Undip dalam memberikan kontribusi penanganan bencana melalui keterlibatan dosen dan mahasiswa dari berbagai latar belakang keahlian.

Melalui misi kemanusiaan tersebut, Undip berupaya membantu masyarakat NTT melalui layanan medis, pendampingan psikososial, serta bantuan logistik. Tim D-DART masih berada di lokasi untuk melanjutkan pelayanan dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....