Detoks Media Sosial dari Berita Negatif, Perlukah Dilakukan?
- 01 Sep 2026 07:00 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Media sosial membuat masyarakat memperoleh informasi terbaru dalam hitungan detik, tanpa harus menunggu siaran televisi atau surat kabar. Namun kemudahan tersebut juga menghadirkan tantangan karena linimasa sering dipenuhi kabar negatif tentang konflik, kecelakaan, bencana, kriminalitas.
Paparan informasi negatif terus-menerus dapat membuat seseorang merasa cemas meski kondisi sekitarnya sebenarnya tetap berjalan normal setiap hari. Detoks media sosial dapat menjadi cara untuk mengatur kembali pola konsumsi informasi agar pikiran tidak dibebani kabar buruk.
Langkah pertama bisa dilakukan dengan meninjau kembali akun yang diikuti setiap hari secara lebih sadar dan selektif konsisten. Akun yang terus menghadirkan informasi menakutkan tanpa konteks dapat dibatasi, dibisukan, atau berhenti diikuti untuk menjaga kenyamanan pikiran.
Pengguna juga dapat menentukan waktu khusus untuk membaca berita sehingga aktivitas berselancar tidak berlangsung sepanjang hari tanpa batas. Kebiasaan memeriksa media sosial berulang kali sering membuat seseorang terus mencari informasi baru meskipun belum benar-benar membutuhkannya.
Membatasi paparan bukan berarti mengabaikan keadaan sekitar, tetapi memberikan kesempatan bagi pikiran untuk beristirahat dari arus informasi. Informasi penting tetap dapat diperoleh melalui sumber terpercaya yang menyediakan konteks lengkap dan membantu masyarakat memahami sebuah peristiwa.
Pengguna sebaiknya tidak langsung mempercayai unggahan viral karena informasi tersebut belum tentu lengkap, akurat, atau sesuai konteks sebenarnya. Membaca berita secara berlebihan juga dapat membuat berbagai persoalan terasa semakin dekat meskipun sebenarnya terjadi jauh dari kehidupan.
Karena itu, mengatur konsumsi berita menjadi langkah penting agar seseorang tetap mendapatkan informasi tanpa kehilangan ketenangan dalam menjalani aktivitas. Waktu yang biasanya digunakan untuk melihat kabar negatif dapat dialihkan kepada kegiatan lain yang lebih menyenangkan dan produktif.
Berolahraga, membaca buku, berbincang dengan keluarga, menikmati hobi, atau sekadar berjalan santai dapat menjadi pilihan selama mengambil jeda. Detoks media sosial juga memberikan kesempatan untuk kembali memperhatikan kehidupan nyata yang sering terlewat karena terlalu fokus pada linimasa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....