RRI Fest Semarang 2026 Segera Digelar, Angkat Potensi Lokal lewat Lomba Dokumenter
- 12 Agt 2026 07:38 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – RRI Fest Semarang 2026 akan segera digelar pada 6 September 2026 dengan menghadirkan beragam kegiatan yang melibatkan masyarakat dan generasi muda. Salah satu rangkaiannya ialah Digital Activation, yang di dalamnya terdapat ajang Docufest, yakni lomba video dokumenter tentang potensi lokal di Jawa Tengah.
Ketua Pelaksana RRI Fest Semarang 2026, Aries Ardian mengatakan, Docufest merupakan lomba video dokumenter yang menyasar pelajar SMA, SMK, dan sederajat di Jawa Tengah. Tujuannya untuk mengembangkan kreativitas sekaligus mengenalkan berbagai potensi daerah melalui karya audiovisual.
Ia menjelaskan, RRI Fest 2026 mengusung tema “Harmoni dalam Aksi, Bersama Membangun Negeri”. “Kegiatan tersebut terdiri atas enam rangkaian, yakni Peduli Sesama, Seni Budaya, Cinta Lingkungan, Bazar UMKM, Digital Activation, dan Olahraga,” ujar Aries saat ditemui, Selasa, 11 Agustus 2026.
Seluruh rangkaian RRI Fest Semarang 2026 dijadwalkan berlangsung serentak pada 6 September 2026 di halaman dan Auditorium RRI Semarang. Kegiatan tersebut menjadi ruang partisipasi sekaligus kolaborasi bagi masyarakat dari berbagai kalangan.
Ia berharap RRI Fest Semarang 2026 juga bisa menjadi ruang bagi masyarakat dan generasi muda untuk berkreasi, berkolaborasi, serta menunjukkan berbagai potensi yang dimiliki. Sementara, melalui Docufest, cerita dan kekayaan lokal Jawa Tengah diharapkan semakin dikenal melalui media digital.
Ketua Pelaksana Docufest, Yusuf Ansori, menambahkan, panitia saat ini terus menyebarluaskan informasi lomba melalui media sosial. Panitia juga menggandeng Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah untuk memperluas jangkauan informasi kepada sekolah dan calon peserta.
“Kami menargetkan peserta lebih dari 100 orang. Setiap sekolah kami bebaskan untuk mengirimkan sebanyak-banyaknya karya,” ujar Yusuf.
Menurut Yusuf, peserta Docufest diarahkan mengangkat konten lokal sebagai tema utama karya. Berbagai potensi dapat diangkat, mulai dari tokoh daerah, bangunan atau peninggalan bersejarah, budaya, hingga makanan khas.
Melalui lomba tersebut, pelajar tidak hanya ditantang menghasilkan karya kreatif, tetapi juga diajak mengenali potensi di lingkungan masing-masing. Cerita lokal yang dikemas dalam bentuk dokumenter diharapkan dapat menjadi sarana promosi sekaligus memperkenalkan kekayaan daerah kepada masyarakat yang lebih luas. (Alya/mg)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....