Akses Fisik dan Komunikasi Jadi Kendala Penyaluran Bantuan Gempa NTT
- 23 Agt 2026 18:48 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID., Semarang - Penyaluran bantuan bagi korban gempa di Nusa Tenggara Timur atau NTT masih menghadapi kendala akses fisik dan komunikasi. Kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan Human Initiative dalam menjangkau masyarakat terdampak di sejumlah wilayah.
Program Management Human Initiative Regional Jatijaya, Ahmad Q Sahlan mengatakan, akses menuju lokasi terdampak cukup sulit dan jauh, sementara komunikasi dengan petugas di lapangan juga belum selalu berjalan lancar. Kondisi tersebut turut memengaruhi proses koordinasi dan distribusi bantuan kepada masyarakat.
“Kendalanya salah satunya adalah akses, baik akses komunikasi maupun akses fisik. Untuk mencapai titik-titik terdampak tidak mudah dan cukup jauh,” ujarnya.
Selain persoalan akses, pengadaan kebutuhan bantuan juga sempat terkendala karena sejumlah toko di sekitar lokasi terdampak masih tutup dan masyarakat mengungsi. Human Initiative mengutamakan pemanfaatan stok kebutuhan dari wilayah sekitar sebelum mendatangkan bantuan dari luar daerah.
Menurutnya, pemanfaatan stok lokal diharapkan tidak hanya mempercepat pemenuhan kebutuhan korban, tetapi juga membantu menjaga aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar wilayah bencana. Seiring berjalannya waktu, sejumlah toko mulai kembali buka sehingga akses terhadap kebutuhan bantuan berangsur membaik.
Human Initiative saat ini telah menerjunkan empat tim dari pusat dan 15 relawan ke sejumlah wilayah terdampak. Tim melakukan kaji cepat, evakuasi dan penyelamatan, distribusi makanan siap santap, pendirian dapur air dan dapur umum, serta penyaluran sembako untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
| Baca juga: Tips Manfaatkan Liburan untuk Detoks Digital |
"Nah, kalau di program pemulihan jangka menengah maupun jangka panjang, ada namanya program pemulihan bencana dan rehabilitasi berbasis kawasan di Indonesia. Ini nanti sifatnya akan terpadu untuk membangun kembali wilayah yang terdampak bencana itu, harapannya kita bisa secara menyeluruh memang ini tidak hanya bisa secara fisik nggih," katanya.
Kebutuhan yang masih menjadi prioritas meliputi tempat tinggal sementara atau shelter, pangan, air bersih, serta perlengkapan kebersihan. Penanganan juga diarahkan untuk memastikan kelompok rentan, seperti anak-anak, perempuan, dan lansia, mendapatkan perlindungan dan akses bantuan secara adil.
Human Initiative terus berkoordinasi dengan BPBD, BNPB, TNI, relawan lokal, serta berbagai pihak terkait untuk memastikan bantuan sesuai kebutuhan dan tidak tumpang tindih. Setelah fase tanggap darurat, Human Initiative juga menyiapkan program pemulihan dan rehabilitasi yang mencakup aspek fisik, ekonomi, dan sosial masyarakat terdampak.(imm)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....