Transformasi Ketapel, Dari Permainan Tradisional Jadi Olahraga dan Sport Tourism

  • 15 Agt 2026 07:01 WIB
  •  Semarang

SEMARANG, RRI.CO.ID – Ketapel yang selama ini dikenal masyarakat luas sebagai permainan tradisional anak-anak kini telah bertransformasi menjadi cabang olahraga resmi. Kehadirannya tidak hanya memikat pencinta olahraga rekreasi, tetapi juga berpotensi besar menjadi daya tarik industri sport tourism di Indonesia.

Ketua Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Jawa Tengah, Dr. Edi Purwanto, S.Pd., M.Pd., menyampaikan, ketapel telah resmi masuk sebagai salah satu induk organisasi olahraga (inorga) di bawah naungan KORMI. Pengemasan kompetisi yang menarik dinilai sukses menyedot perhatian publik di berbagai kawasan wisata.

"Ketapel ini menjadi salah satu inorga tersendiri, dan untuk lombanya dikemas secara bagus. Ketapel inilah yang mendatangkan orang banyak di tempat wisata. Ini termasuk sport tourism," ujar Edi Purwanto saat memberikan keterangannya Jumat 14 Agustus 2026.

Sementara itu, Dosen Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Semarang (FIK Unnes), Dhias Fajar Widya Permana, S.Si., M.Or., menilai populatitas ketapel terus menanjak. Namun, ia menekankan pentingnya peran komunitas dan organisasi lokal agar ketapel makin dikenal luas hingga pelosok daerah.

Dhias menambahkan, pergeseran dari sekadar permainan kampung menjadi ajang kompetitif tak lepas dari makin banyaknya wadah pegiat ketapel yang aktif menggelar kejuaraan. Hal ini membuktikan bahwa minat masyarakat terhadap olahraga tradisional berbasis rekreasi ini sangat tinggi.

"Dulu jarang orang bermain ketapel dalam bentuk kompetisi. Akan tetapi dengan tahun-tahun yang berjalan ini, banyak komunitas yang muncul dan bahkan dengan perlombaan yang luar biasa," jelas Dhias.

Menurutnya, dari sudut pandang keolahragaan, bermain ketapel dalam sebuah turnamen membutuhkan keterampilan fisik dan mental yang serius. Ia mengungkapkan bahwa seorang atlet ketapel dituntut memiliki konsentrasi tinggi, akurasi tembakan, koordinasi mata-tangan, serta ketahanan fokus yang konstan.

“Melihat potensi besar ini, pengenalan ketapel kepada generasi muda perlu terus dikemas secara modern dan inovatif agar tidak tergerus zaman. Dengan integrasi komunitas yang solid dan jadwal turnamen yang rutin, ketapel berpeluang besar berdiri sejajar dengan cabang olahraga kompetitif lainnya di tanah air,” ujarnya .(Mg/Alya)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....