Pekerja PG Rendeng Kudus Tewas Kecelakaan Kerja

  • 09 Agt 2026 15:00 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Kudus - Seorang pekerja musiman PG. Rendeng sebagai operator lori, Sabtu pagi, 8 Agustus 2026 meninggal dunia akibat mengalami kecelakaan kerja. Korban, Irwan Agus Siswanto (49) warga Desa Gulang, Kecamatan Mejobo, meninggal karena tertimpa papan kanal pengangkut tebu seberat 80 kg.

Wakil Manajer Tehnik PG. Rendeng Yuke Aditya mengatakan kejadian itu berawal saat crane yang digunakan untuk mengangkat tebu dari bak truk terputus tali bajanya. Waktu crane mengangkat tebu itu posisi masih aman, namun setelah posisi crane kosong dan akan Kembali mengangkat tebu lainnya, tiba – tiba tali baja putus.

“Waktu kejadian sekitar pukul 03.50 WIB. Ketika posisi craine putus tali bajanya, korban berada di dekat Lokasi kejadian. Sehingga papan kanal pengangkat tebu dengan berat sekitar 80 kilogram dan panjang kurang lebih satu meter terlepas dan jatuh dari posisi semula. Benda tersebut jatuh dari ketinggian sekitar tiga hingga empat meter dan sempat membentur bagian bak truk yang berada di bawah crane,” tutur Yuke saat dikonfirmasi.

Menurut Yuke, crane yang digunakan untuk memindahkan tebu dari truk menuju meja tebu tersebut diketahui memiliki kapasitas angkat sekitar 7 hingga 8 ton. Harusnya kata dia, posisi di bawah sekitar steril, tapi entah kenapa tiba-tiba ada yang lewat. Yuke menyebut jarak antara posisi crane dengan aktivitas orang di sekitar lokasi memang relatif berdekatan sehingga kewaspadaan terhadap pergerakan alat menjadi sangat penting.

Menurutnya, korban bukan merupakan operator crane yang bertugas mengoperasikan alat pengangkat tebu tersebut. Ia mengatakan operator maupun pekerja yang sudah berpengalaman biasanya memahami risiko dan tidak akan berada tepat di bawah alat pengangkat ketika crane sedang beroperasi.

“Namanya risiko, sekecil apa pun, kejatuhan tetap ada, walaupun yang bersangkutan sudah pakai helm, ya namanya musibah itu nggak ada yang tahu,” ujarnya.

Pihak PG Rendeng menegaskan bahwa pemeriksaan terhadap peralatan crane dilakukan secara berkala untuk memastikan seluruh komponen dalam kondisi layak digunakan selama musim giling. Pemeriksaan tersebut juga dilakukan dengan melibatkan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Jawa Tengah sebelum peralatan digunakan dalam kegiatan operasional.

Untuk sementara, PG Rendeng menghentikan penggunaan alat yang berkaitan dengan kecelakaan tersebut hingga proses penyelidikan selesai dilakukan. Penghentian dilakukan sambil menunggu penyelidikan kepolisian guna memastikan penyebab putusnya sling serta rangkaian kejadian yang mengakibatkan papan pengangkat tebu jatuh dan mengenai korban.

“Sudah ada tim Inafis dan penyelidikan dari Polres Kudus, saksi-saksinya juga sedang diperiksa. Sementara ini aktivitas pengangkatan tebu berhenti, dan alat nggak saya gunakan dulu, Dari empat meja, hanya tiga meja yang kita fungsikan,” pungkasnya.

PG Rendeng memulai musim giling tahun ini pada awal Mei lalu hingga Oktober mendatang, dengan kapasitas giling mencapai 3.000 ton tebu per hari.

Sementara itu, terkait kejadian tersebut, Kapolsek Kudus, AKP Subkhan, membenarkan adanya kecelakaan kerja yang mengakibatkan seorang pekerja meninggal dunia di lingkungan PG Rendeng. Ia mengatakan lokasi kejadian telah dipasang garis polisi untuk mengamankan tempat kejadian perkara sekaligus mendukung proses penyelidikan.

“Lokasi kejadian sudah dipasang police line, untuk penanganan kasus ini langsung ditangani Polres Kudus,” ungkapnya. (RK)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....