Komitmen Jaga Budaya dan Persatuan, Kukuhkan Ormas Panglima Macan Ali Pekalongan

  • 08 Agt 2026 09:00 WIB
  •  Semarang
Poin Utama
  • Pengukuhan dipimpin langsung oleh Panglima Tinggi Laskar Agung Macan Ali Nuswantara Kesultanan Cirebon, Mamo Prabu Diaz, dan dihadiri jajaran panglima dari berbagai daerah seperti Jakarta Selatan dan Cirebon Barat,
  • Organisasi Masyarakat Laskar Agung Macan Ali Cirebon resmi mengukuhkan Panglima Laskar Agung Macan Ali Kabupaten Pekalongan

RRI.CO.ID, Pekalongan – Turut ambil peran ciptakan Kabupaten Pekalongan yang lebih aman, Organisasi Masyarakat Laskar Agung Macan Ali Cirebon resmi mengukuhkan Panglima Laskar Agung Macan Ali Kabupaten Pekalongan, Nunung Dwi Nugroho. Ormas ini komitmen turut menjaga marwah leluhur dan persatuan masyarakat.

Prosesi sakral tersebut digelar di Desa Pungangan, Kecamatan Doro, Sabtu 8 Agustus 2026, menandai penguatan eksistensi organisasi berbasis nilai budaya dan sejarah di wilayah tersebut.

Pengukuhan dipimpin langsung oleh Panglima Tinggi Laskar Agung Macan Ali Nuswantara Kesultanan Cirebon, Mamo Prabu Diaz, dan dihadiri jajaran panglima dari berbagai daerah seperti Jakarta Selatan dan Cirebon Barat, serta para sesepuh dan perintis Macan Ali di Pekalongan.

Mamo Prabu Diaz menegaskan, pengukuhan ini bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari konsolidasi organisasi di tingkat daerah. Ia menyebut Laskar Agung Macan Ali berakar pada sejarah panjang perjuangan Kesultanan Cirebon, khususnya peristiwa tahun 1527 saat pasukan Fatahillah berhasil mengusir Portugis dari Sunda Kelapa.

“Laskar ini lahir dari sejarah perjuangan. Kini kami bangkit kembali untuk menjaga nilai-nilai leluhur sekaligus memperkuat NKRI yang berlandaskan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika,” tegasnya.

Menurutnya, kebangkitan kembali Laskar Agung Macan Ali sejak 2 Oktober 2016 membawa misi pelestarian adat, tradisi, dan budaya yang menjadi perekat sosial masyarakat. Nilai budaya, kata dia, tidak terbatas pada simbol, melainkan tercermin dalam praktik kehidupan sehari-hari seperti silaturahmi, gotong royong, dan saling menghormati.

Ia juga menekankan, posisi panglima bukan sekadar jabatan struktural, melainkan amanah besar untuk menjaga keguyuban dan menjadi pengayom anggota. Karena itu, setiap calon anggota hingga calon panglima harus melalui proses pembinaan sebelum dipercaya mengemban tanggung jawab.

“Panglima harus mampu merangkul, menjaga persatuan, dan meneruskan ajaran leluhur. Ini bukan organisasi instan, tapi berbasis proses dan nilai,” ujarnya.

Mamo Prabu Diaz juga membuka ruang bagi masyarakat Pekalongan yang ingin bergabung. Prosesnya cukup sederhana, yakni mendaftarkan diri melalui kepengurusan kabupaten dengan melampirkan fotokopi KTP dan mengikuti masa pengamatan selama tiga bulan tanpa dipungut biaya.

Sementara itu, Wakil Panglima Tinggi, Vera Fitriani, menyebut pelantikan ini sebagai momentum penting bagi perkembangan Laskar Agung Macan Ali di Pekalongan. Ia berharap kepemimpinan baru mampu memperkuat jaringan organisasi sekaligus memberi kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Macan Ali sudah tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Pekalongan menjadi bagian penting yang diharapkan terus bersinergi dalam membangun negeri,” katanya.

Di sisi lain, Panglima terpilih Nunung Dwi Nugroho mengaku bersyukur atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Ia berkomitmen menjaga marwah organisasi serta menjalankan amanah dari pimpinan pusat dengan penuh tanggung jawab.

Nunung juga menekankan pentingnya mempererat kembali hubungan antaranggota yang sempat renggang. Ia mengajak seluruh elemen dalam organisasi untuk kembali bersatu dalam semangat kebersamaan.

“Saya berharap seluruh anggota tetap menjaga marwah Macan Ali. Mari kita satukan kembali saudara-saudara yang selama ini mungkin sudah tidak berkomunikasi, kita rangkul semuanya,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....