Kendali Diri menjadi Parameter Kesuksesan yang Baru

  • 03 Agt 2026 13:04 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Belakangan ini, terdapat pergeseran definisi sukses di kalangan anak muda. Dahulu kesuksesan seolah hanya diukur dari karier yang menanjak pesat dan gaya hidup meningkat.

Tren slow living semakin digemari generasi muda, yakni kemampuan dalam mengendalikan ritme hidup sesuai kebutuhan pribadi. Transformasi cara pandang ini turut berdampak pada keputusan finansial generasi muda.

Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 milik OJK mengungkapkan urgensi perubahan ini. Kesenjangan antara inklusi keuangan sebesar 89,96 persen dan literasi finansial 73,22 persen, menunjukkan banyak keputusan diambil tanpa pemahaman yang memadai.

Kejadian seperti ini biasanya disebabkan oleh fenomena Fear of Missing Out (FOMO) dalam pengambilan keputusan finansial. Generasi masa kini memang mahir beradaptasi dengan teknologi, namun berpotensi berbahaya tanpa diimbangi pemahaman pengelolaan keuangan secara bijak.

Dengan demikian, slow living merupakan gaya hidup yang selaras dengan kebutuhan tersebut. Alih-alih mengejar validasi melalui pencapaian instan, generasi muda kini menganggap kendali atas keuangan sebagai prioritas yang lebih diutamakan.

Kesadaran ini mulai terlihat dari pola konsumsi yang lebih terkontrol. Konsep self reward pun disadari dan dipertanyakan sebagian kalangan, digantikan kebiasaan belanja yang lebih bermakna.

Pergeseran definisi sukses ini bukan diartikan sebagai penurunan ambisi oleh generasi muda. Justru, menjadi hal yang positif apabila mereka mulai menyusun ulang standar keberhasilan sesuai dengan kapasitas dan versi diri sendiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....