Pendidikan Seks sejak Dini Jadi Kebutuhan Mendesak

  • 03 Agt 2026 10:01 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Kasus kekerasan seksual terhadap anak di Indonesia masih tergolong tinggi setiap tahunnya. Kondisi ini membuat pendidikan seks sejak dini menjadi kebutuhan yang mendesak.

Data dari Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (SIMFONI-PPA), per Juli 2025, tercatat kasus kekerasan seksual sebanyak 6.999. Angka ini menunjukkan kekerasan seksual masih sering terjadi dan bisa menimpa anak dari berbagai kalangan usia.

Pendidikan seks bagi anak di usia dini bukan berarti mengajarkan hal-hal yang eksplisit. Fokus utama hal ini adalah untuk mengenalkan bagian tubuh pribadi serta batasan sentuhan yang wajar.

Anak bisa diajarkan untuk mengenali tubuhnya sendiri agar mampu melindungi diri dari orang lain saat keadaan mendesak. Pemahaman ini penting supaya anak berani juga untuk bercerita jika mengalami hal yang tidak nyaman.

Meski penting, topik ini masih sering dianggap tabu oleh sebagian masyarakat Indonesia. Anggapan ini membuat banyak orang tua enggan membicarakan topik seksualitas kepada anaknya.

Padahal, orang tua dinilai menjadi sumber informasi paling tepat dibanding sumber lain. Anak yang mendapat informasi dari orang tua cenderung memiliki batasan yang lebih jelas.

Pendidikan seks sejak dini juga penting agar anak tidak menjadi pelaku kekerasan seksual di kemudian hari. Pemahaman soal batasan tubuh berlaku bagi diri sendiri maupun orang lain.

Pendidikan seks sejak dini bukan lagi suatu pilihan, melainkan kebutuhan mendesak bagi anak Indonesia. Kerja sama orang tua, sekolah, hingga pemerintah diperlukan agar dedikasi ini berjalan lebih optimal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....