Sulit Membuang Barang Bisa Jadi Hoarding Disorder
- 24 Jun 2026 12:30 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Hoarding disorder (gangguan menimbun) ditandai dengan ketidakmampuan ekstrem membuang barang, terlepas dari nilai aslinya, yang menyebabkan tumpukan barang merusak ruang hidup. Penderita sering merasa cemas saat membuang barang, menyimpan sampah, dan mengalami kekacauan rumah parah yang menghambat fungsi sehari-hari.
Tetapi kondisi ini sering disalah artikan sebagai kebiasaan mengoleksi barang. Padahal koleksi umumnya tersusun rapi dan masih berada dalam batas kendali, sedangkan hoarding membuat barang menumpuk tidak teratur hingga mengganggu fungsi ruang di dalam rumah.
Hoarding disorder berbeda dari sekadar mengoleksi barang. Pada pengumpul (collector), barang tertata rapi, sedangkan pada hoarding disorder, barang berantakan dan mengganggu fungsionalitas hidup.
Ciri-ciri Utama Hoarding Disorder:
- Kesulitan Membuang Barang: Kesulitan besar atau ketidakmampuan untuk membuang atau berpisah dengan barang, seringkali karena rasa sayang atau anggapan barang tersebut akan berguna di masa depan.
- Tumpukan Barang yang Mengganggu: Rumah, kamar, atau ruangan menjadi sangat berantakan dan sesak, hingga fungsi ruangan (seperti dapur, tempat tidur, kamar mandi) tidak dapat digunakan.
- Kecemasan Saat Membuang Barang: Timbul rasa stres, panik, cemas, atau marah yang intens ketika diharuskan membuang atau menyortir barang.
- Menimbun Barang Tak Berguna: Menyimpan barang-barang yang tidak memiliki nilai fungsional, seperti koran bekas, majalah, kemasan, atau sampah, hingga menumpuk.
- Perasaan Aman dengan Barang: Merasa aman atau nyaman ketika dikelilingi oleh tumpukan barang-barang tersebut.
- Kesulitan Mengatur Barang: Kesulitan mengorganisir barang, seringkali menyebabkan barang-barang penting hilang di antara tumpukan.
- Menarik Diri Secara Sosial: Cenderung menyembunyikan kondisi rumah, menarik diri dari keluarga atau lingkungan sosial karena malu atau defensif jika orang lain mencoba membersihkan.
Meski demikian, hoarding disorder bukan kondisi yang tidak dapat ditangani. Dengan meningkatnya kesadaran dan dukungan dari lingkungan sekitar, penderita dapat memperoleh bantuan profesional seperti terapi perilaku atau pendampingan psikolog untuk membantu mengelola kebiasaan tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....