Mengapa Kita Sering Belanja Berlebihan?
- 03 Jun 2026 11:00 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Kemudahan berbelanja melalui platform digital mendorong perubahan kebiasaan masyarakat. Akses yang cepat dan praktis membuat aktivitas belanja semakin sering dilakukan.
Fenomena ini memicu munculnya overconsumption atau konsumsi berlebihan. Banyak orang membeli barang bukan karena kebutuhan, melainkan keinginan sesaat.
Berbagai promo seperti diskon, gratis ongkir, hingga flash sale menjadi pemicu utama. Strategi ini membuat konsumen terdorong untuk membeli lebih banyak dari yang direncanakan.
| Baca juga: Apa itu Doom Scrolling? |
Selain itu, media sosial juga berperan dalam membentuk pola konsumsi masyarakat. Rekomendasi produk dan tren viral sering kali mempengaruhi keputusan pembelian.
Di sisi lain, kebiasaan ini dapat mempengaruhi kondisi finansial individu. Pengeluaran yang tidak terkontrol berisiko menimbulkan masalah keuangan di kemudian hari.
Salah satu konsumen, Haidar (21) mengaku sering membeli barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan. “Kadang cuma karena diskon, padahal pas datang malah jarang dipakai,” ujarnya.
| Baca juga: Manfaat Micro-Napping atau Tidur Ayam |
Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk lebih bijak dalam berbelanja. Membuat prioritas kebutuhan dapat membantu menghindari perilaku konsumtif berlebihan.
Dengan kesadaran yang tepat, kemudahan belanja online tetap bisa dimanfaatkan secara positif. Kontrol diri menjadi kunci agar tidak terjebak dalam fenomena overconsumption. (Fildzah)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....