Mengenal Istilah Tsundoku
- 01 Jun 2026 22:25 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Kebiasaan menumpuk buku baru yang belum sempat dibaca sebenarnya merupakan sebuah bentuk apresiasi literasi bagi Anda. Istilah unik asal Jepang ini dikenal dengan sebutan tsundoku, yang menggambarkan tumpukan buku di sudut ruangan.
Banyak pencinta buku di seluruh dunia secara tidak sadar sering sekali melakukan kebiasaan unik yang menarik ini. Mereka kerap merasa sangat bahagia saat membeli buku baru, meskipun sadar belum memiliki waktu untuk membacanya.
Jangan terburu-buru merasa bersalah jika meja kamar Anda kini dipenuhi oleh deretan buku yang masih tersegel. Para pakar psikologi menyebutkan bahwa tumpukan buku tersebut sebenarnya mencerminkan hasrat intelektual yang sangat tinggi.
| Baca juga: 3 Tips Aktivitas Liburan Edukatif di Rumah |
Melihat lemari yang penuh dengan buku baru dapat merangsang rasa ingin tahu dan kreativitas berpikir Anda. Buku-buku yang belum dibaca itu bertindak sebagai pengingat abadi bahwa masih banyak ilmu pengetahuan belum dikuasai.
Seorang penulis terkenal dunia bahkan menyebut tumpukan koleksi buku yang belum dibaca ini sebagai konsep anti-library. Keberadaan anti-library di dalam rumah akan senantiasa menjaga anda agar tetap rendah hati dan terus belajar.
Secara visual, tumpukan buku yang tertata dengan rapi juga mampu memberikan kesan estetis pada ruangan. Aroma khas kertas buku baru dipercaya memiliki efek menenangkan yang bisa membantu meredakan tingkat stres Anda.
Membeli buku juga merupakan bentuk dukungan nyata terhadap industri literasi dan para penulis lokal kreatif. Meskipun demikian, Anda juga harus tetap bijak dalam mengontrol anggaran keuangan untuk berbelanja koleksi buku.
Jangan sampai hobi mengoleksi buku ini justru mengganggu stabilitas finansial dan kebutuhan pokok harian Anda lainnya. Cobalah untuk membuat daftar prioritas membaca agar tumpukan buku tersebut perlahan bisa mulai anda selesaikan.
Luangkan waktu khusus sekitar lima belas menit setiap hari untuk membaca beberapa halaman dengan santai sekali. Ubah sudut pandang Anda, mengoleksi buku bukanlah sebuah kegagalan melainkan investasi masa depan yang sangat berharga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....