Tawuran Antar Pelajar di Kudus, Empat Siswa Dimintai Keterangan

  • 05 Mei 2026 07:12 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Kudus-Aparat Kepolisian Resor (Polres) Kudus bergerak cepat menangani aksi tawuran antarpelajar di Desa Rejosari, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus. Insiden yang melibatkan pelajar dari tiga Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) tersebut terjadi pada Senin siang, 4 Mei 2026.

Peristiwa m ini diduga dipicu oleh aksi saling provokasi di ruang digital. Para pelajar dari kelompok yang berbeda tersebut saling lempar tantangan melalui grup WhatsApp dan platform media sosial lainnya hingga akhirnya berujung pada aksi penyerangan fisik di lapangan.

Kapolres Kudus, AKBP Heru Dwi Purnomo, menjelaskan insiden ini melibatkan dua kelompok pelajar dari SMK di wilayah Kecamatan Kota dan Jekulo. Mereka secara sengaja mendatangi salah satu SMK yang berlokasi di Kecamatan Dawe untuk melakukan penyerangan.

“Awalnya terjadi provokasi di grup WA dan media sosial antar pelajar dari ketiga SMK tersebut. Dari situ kemudian muncul aksi spontanitas, di mana pelajar dari dua SMK swasta itu mendatangi SMK negeri di wilayah Dawe hingga sempat terjadi tawuran,” ujar AKBP Heru Dwi Purnomo, Selasa, 5 Mei 2026.

Kapolres menyayangkan pecahnya aksi kekerasan di kalangan remaja tersebut. Menurutnya, tindakan anarkis seperti ini tidak hanya mencoreng wajah dunia pendidikan di Kabupaten Kudus, tetapi juga menjadi ancaman serius bagi kondusivitas wilayah.

Tawuran tersebut dipastikan tidak meluas berkat kesigapan personel Polsek Dawe yang dibantu oleh warga setempat. Petugas langsung membubarkan kerumunan massa pelajar tak lama setelah bentrokan pecah, sehingga situasi di Desa Rejosari kembali kondusif.

Hingga saat ini, pihak kepolisian telah mengamankan empat orang pelajar yang diduga kuat terlibat langsung dalam aksi tersebut. Keempatnya masih menjalani pemeriksaan intensif untuk menggali keterangan lebih dalam mengenai dalang di balik provokasi tersebut.

Selain mengamankan para terduga pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti di lokasi kejadian. Di antaranya terdapat dua unit sepeda motor yang diduga digunakan oleh para pelajar saat mendatangi lokasi tawuran di Kecamatan Dawe.

Sebagai langkah tindak lanjut, Polres Kudus langsung menggelar rapat koordinasi dengan pihak sekolah serta pemangku kepentingan terkait. Pertemuan ini bertujuan untuk merumuskan langkah preventif agar gesekan antarpelajar tidak kembali terjadi di masa mendatang.

“Kami telah melaksanakan rapat koordinasi dengan seluruh pihak terkait. Pada prinsipnya, semua sepakat untuk menjaga persaudaraan dan memastikan lingkungan sekolah tetap aman dari aksi kekerasan,” ujarnya

Ia juga mengimbau kepada seluruh pelajar agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial serta tidak mudah terpengaruh oleh ajakan yang mengarah pada tindakan negatif.

Pihak kepolisian menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan pembinaan, pengawasan, serta langkah preventif guna menjaga situasi kamtibmas di Kabupaten Kudus tetap aman dan kondusif. (RK)

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....