Tampilkan Rara Mendut, Pelajar SMP 4 Batang Makin Berkarakter

  • 02 Apr 2026 23:47 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Batang – Pagelaran seni ketoprak di Jalan Veteran, Kabupaten Batang, Kamis, 2 April 2026 yang menampilkan kisah “Pranacitra dan Rara Mendut” menjadi ajang pembentukan karakter bagi pelajar SMPN 4 Batang. Melalui penampilan tersebut, para siswa tidak hanya belajar seni peran, tetapi juga memperdalam nilai budaya dan bahasa Jawa.

Pementasan yang digelar dalam event Malam Jumat Kliwon Disdikbud ini dibawakan oleh puluhan pelajar dengan fokus pada pendalaman karakter serta penggunaan bahasa Jawa krama. Hal tersebut dilakukan agar aura tokoh yang diperankan dapat lebih terasa di atas panggung.

Kepala SMPN 4 Batang, Sri Mulyatno, mengatakan para siswa telah menjalani latihan selama beberapa bulan sebelum tampil. Kepercayaan untuk kembali tampil ini diberikan setelah sebelumnya sukses membawakan kisah Rara Jonggrang dan Bandung Bandawasa.

"Secara umum penampilan anak-anak bagus, hanya saja terkendala teknis yang kurang maksimal, namun penonton masih antusias dan bisa menangkap alur cerita yang disuguhkan," katanya.

Ia berharap para siswa mampu meresapi peran yang dimainkan sekaligus mengambil nilai positif dari cerita yang ditampilkan. "Semoga kecintaan kepada kesenian tradisional ini, karena jadi nilai positif bagi kita," ungkapnya.

Selain itu, keterlibatan pelajar dalam seni ketoprak juga menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya. Terlebih, sekolah telah didukung dengan sarana gamelan yang dapat dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan seni tradisional.

Pementasan semakin menarik dengan penampilan Alifia Desma Kyoptaprama sebagai Rara Mendut, Faiz Wirama Dhani sebagai Pranacitra, serta Ifanala sebagai Tumenggung Wiraguna. Ketiganya mampu membawakan kisah percintaan di era Sultan Agung dengan baik.

"Walaupun sedikit ada rasa cemas, namun bisa ditampilkan dengan baik. Termasuk, saat membawakan cerita dengan bahasa Jawa krama halus ala ketoprak," ungkap Alifia.

Para pemain mengaku membutuhkan waktu khusus untuk mempelajari bahasa Jawa krama yang digunakan dalam ketoprak. Mereka harus memperhatikan detail tata bahasa yang berbeda dari penggunaan sehari-hari.

"Ya kami belajar sama memperhatikan secara detail. Tata bahasanya sedikit berbeda dari bahasa Jawa pada umumnya," ujar Faiz.

Selain meningkatkan kemampuan berbahasa, kegiatan ini juga memberikan manfaat lain bagi para siswa. "Yang pasti melatih mental langsung ketika merasakan main di atas panggung dan ditonton banyak orang," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....