Generasi Muda Perlu Pahami Pentingnya Mitigasi Kebencanaan

  • 18 Mar 2026 07:39 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Potensi bencana alam yang cukup tinggi di Indonesia, menjadikan pemahaman tentang mitigasi bencana sangat penting, khususnya bagi generasi muda. Pemahaman yang sudah dimiliki, perlu semakin ditingkatkan dengan cara-cara yang kreatif dan edukatif dengan berbagai cara.

Menurut Ahmad Adip Khuluqi dari Divisi Kemarkasan KSR PMI Universitas PGRI Semarang, cuaca yang sulit diprediksi menjadi alasan pentingnya memahami mitigasi bencana. Meskipun tersedia prakiraan cuaca dari BMKG, namun kewaspadaan terhadap bencana yang bisa terjadi sewaktu-waktu menjadikannya penting dipahami anak muda.

“Di mitigasi bencana ini kita bisa tahu soal meminimalisir resiko bencana, seperti sebelum bencana itu kita harus ngapain. Terus saat bencana kita harus ngapain, dan setelah bencana itu kita harus ngapain,” ucap dalam program SPADA PRO 2 RRI Semarang, Selasa , 11 Maret 2026.

Beragam cara dapat dilakukan untuk memberikan kesadaran pada generasi muda, untuk memahami tentang mitigasi dan kesiapsiagaan bencana. Dari mulai edukasi yang dilakukan melalui media sosial, hingga memberikan seminar mengenai kesiapsiagaan bencana yang ditujukan untuk anak muda bisa lebih memahami hal tersebut.

“Kami dari PMI juga ada workshop untuk pelatihan kesiapsiagaan bencana, kadang juga disambi sama praktek dari bencana tersebut. Contohlah kejadian gempa kita praktek kebencanaan mengenai gempa tersebut, baik itu saat, pra, atau pasca bencana,” ujar Sony Eka Aditya, Humas KSR PMI UPGRIS.

Kesadaran mahasiswa sendiri disebut Yash Anan Syah, Komandan KSR PMI UPGRIS masih perlu ditingkatkan kembali. Menurutnya pengetahuan dasar tentang kebencanaan telah dipahami oleh mahasiswa, namun mengenai mitigasinya sendiri baginya masih memerlukan penguasaan lebih lanjut.

“Kita ambil contoh dari saat seminar kemarin, itu lumayan banyak mahasiswa yang antusias sampai puluhan orang sampai kuotanya terpenuhi. Mungkin kalau dasar-dasar banget mereka sudah punya, namun kalau sudah menyangkut yang darurat mereka kebanyakan masih belum menguasai,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....