Mindset Positif Jadi Privilege Anak Muda
- 27 Feb 2026 09:45 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Mindset positif dinilai sebagai sebuah privilege di tengah tekanan sosial dan media digital. Pola pikir ini dianggap menjadi kelebihan yang tidak semua mahasiswa mampu miliki.
Di era media sosial, banyak anak muda mudah terjebak overthinking dan perbandingan diri. Kondisi tersebut membuat kemampuan menjaga pikiran tetap positif menjadi tantangan tersendiri.
Topik ini dibahas santai dalam program Sore Ceria Pro 2 FM Semarang pada 20 Februari 2026 pagi. Obrolan tersebut menghadirkan Fairuz Zakia Alfiani dan Petrit Selgi Merdika, mahasiswa UIN Walisongo Semarang.
| Baca juga: Kulik Sejarah Unik Barang Antik |
Petrit menjelaskan mindset positif merupakan pola pikir yang mendorong seseorang tetap optimis menghadapi masalah. “Anak muda sekarang jarang banget yang punya mindset positif,” ujarnya.
Menurutnya, kemampuan berpikir positif menjadi privilege karena tidak semua orang mampu mengelola tekanan. Lingkungan pertemanan dan keluarga sangat memengaruhi cara seseorang memandang persoalan.
Fairuz menambahkan mindset positif bukan berarti menutup mata dari kegagalan. “Kalau kita gagal, kita berani cari solusi dan tetap bersyukur,” katanya.
Ia mengakui media sosial kerap memicu rasa minder saat melihat pencapaian orang lain. Namun dukungan lingkungan yang sehat dinilai membantu menjaga kestabilan emosi.
Keduanya juga menegaskan berpikir terlalu positif tanpa empati dapat berdampak kurang baik. Sikap tersebut berpotensi membuat seseorang meremehkan masalah orang lain.
Untuk mengatasi overthinking, Petrit memilih melakukan self talk dan mencari akar persoalan. “Cari akar masalahnya dan keluar dari lingkungan yang bikin negatif,” ujarnya.
Mereka mengajak generasi muda tidak membandingkan diri dengan orang lain secara berlebihan. Menjadi lebih baik dari diri sendiri kemarin dinilai sebagai bentuk nyata mindset positif.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....