Tradisi Tutup dan Buka Pintu Klenteng, Tandai Malam Pergantian Imlek

  • 17 Feb 2026 09:31 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Kota Magelang : Umat Tri Dharma di Kota Magelang menyambut malam pergantian tahun Baru Imlek dengan khidmat melalui prosesi turun-temurun. Tradisi tutup dan buka pintu di Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Liong Hok Bio Kota Magelang menjadi simbol sakral dalam menandai pergantian tahun.

Prosesi diawali dengan tradisi tutup pintu yang dilaksanakan tepat 15 menit sebelum detik-detik malam pergantian tahun atau pada pukul 23.45 WIB. Sebelum pintu ditutup, umat Tri Dharma terlebih dahulu melaksanakan Sembahyang Ti Sik atau sembahyang tutup tahun.

Ketua Pembina Yayasan Tri Bakti Magelang, David Herman Jaya, menjelaskan makna mendalam di balik ritual penutupan pintu tersebut. Ritual ini merupakan bagian penting yang tidak terpisahkan dari perayaan Imlek di klenteng tertua di Kota Magelang tersebut.

“”Tradisi tutup pintu klenteng pada pukul 23.45 menjelang Imlek sebagai salah satu simbolisasi menutup lembaran hidup tahun. Tepat pukul 00.00 WIB pintu kembali dibuka sebagai simbol membuka dengan semangat yang baru,'' Kata Ketua Pembina Yayasan Tri Bakti Magelang, David Herman Jaya, Senin 16 Februari 2026.

Ia juga menyampaikan,Sembahyang Ti Sik yang dilaksanakan mulai pukul 22.00 WIB tersebut untuk mengucap syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha. Kuasa, atas perjalanan hidup selama satu tahun terakhir. Setelah pintu klenteng kembali dibuka, pada pukul 00.00 WIB, umat kembali melakukan sembahyang. Yakni, sembahyang awal tahun untuk menyambut dewa rezeki turun.

Menurutnya, Tahun Baru Imlek 2557/ 2026 ini mempunyai Shio Kuda Api. Shio Kerbau Api melambangkan kekuatan dan penerangan bagi umat, termasuk bagi Bangsa Indonesia.

“ Di tahun Kerbau Api ini, kita berharap semua harapan dan impian seluruh umat yang lebih baik dari pada sebelumnya. Selain itu, semua permasalahan termasuk permasalah di negara Indonesia ini dapat teratasi,”katanya.

Wakil Ketua Harian TITD Liong Hok Bio Kota Magelang, Gunawan mengatakan, rangkaian Imlek 2577 tersebut tidak hanya berhenti setelah Sembahyang Awal Tahun saja, melainkan masih banyak sembahyang yang akan dilaksanakan oleh umat Tri Dharma. Seperti Sembahyan Ci An (Toa Pekong Turun Jumat 20 Februari 2026 dan puncaknya pada 1 Maret 2026 mendatang dengan menggelar Sembahyang Cap Go Meh.

“Namun, untuk Gap Go Meh tahun ini kami tidak menggelar kirab Cap Go Meh dan pesta kembang api, karena bersamaan dengan bulan Ramadan. Ini sebagai bentuk toleransi dan menghormati umat muslim yang sedang menjalankan puasa,”kata Gunawan.

Sebelum pelaksanaan Sembahyang Tutup Tahun dan Awal Tahun tersebut, kesenian khas etnis Tionghoa yakni baronsay dan liong samsi tampil menghibur masyarakat Kota Magelang dan sekitarnya. Pada kesempatan itu, umat Tri Dharma juga memberikan angpau bagi barongsay.(wied)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....