Sampah Menumpuk Jadi Bom Waktu bagi Kesehatan dan Lingkungan

  • 12 Feb 2026 16:03 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Indonesia menghasilkan jutaan ton sampah setiap tahun yang membutuhkan penanganan serius. Tumpukan sampah yang tidak dikelola secara rutin dan terjadwal berpotensi menjadi bom waktu bagi kesehatan dan lingkungan.

Hal itu disampaikan Ahli Teknik Lingkungan, Ika Bagus Priyambodo, saat diwawancarai RRI Semarang, Kamis, 12 Februari 2026. Menurutnya, persoalan sampah menjadi krusial ketika sudah menumpuk dalam skala besar.

“Kalau dalam skala rumah tangga mungkin belum terlalu terasa. Tetapi ketika sudah terkumpul dalam skala kota, itu menjadi persoalan serius dan membutuhkan penanganan yang baik,” katanya.

Ia menjelaskan sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat menyumbat selokan dan aliran sungai sehingga memicu banjir. Selain itu, ancaman mikroplastik kini menjadi persoalan baru karena berpotensi membahayakan makhluk hidup, termasuk manusia.

“Di TPS misalnya, selain mengganggu estetika dan menimbulkan bau, juga muncul lindi atau cairan yang keluar dari sampah yang dapat mencemari lingkungan. Belum lagi adanya vektor penyakit seperti lalat dan tikus,” katanya.

Secara teknis, pengelolaan sampah reguler berarti adanya sistem yang rutin dan berkelanjutan. Proses tersebut mencakup pemilahan, pengumpulan, pengangkutan hingga pengolahan akhir.

Menurut Ika, sistem pengelolaan sebenarnya sudah tersedia, tetapi implementasinya dinilai belum berjalan maksimal. “Salah satu kendalanya adalah masalah pendanaan dan partisipasi masyarakat yang masih perlu ditingkatkan,” jelasnya.

Ia juga menyinggung adanya Peraturan Presiden terbaru yang mendorong pengolahan sampah menjadi energi listrik. Di Semarang, kebijakan tersebut diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada Tempat Pembuangan Akhir.

Lebih lanjut, ia menegaskan persoalan sampah bukan semata soal sistem, tetapi juga kesadaran masyarakat. Keduanya harus berjalan beriringan agar pengelolaan sampah efektif.

Sebagai langkah sederhana, masyarakat dapat mulai dari rumah dengan memilah sampah organik dan anorganik. Pengurangan plastik sekali pakai serta penerapan prinsip Reduce, Reuse, Recycle juga dinilai penting.

“Kalau sampah bisa dikelola dengan baik di tingkat individu maupun komunitas, kita tidak lagi melihat sampah berserakan. Dari sisi estetika maupun kesehatan tentu akan jauh lebih baik,” katanya.

Melalui pengelolaan yang konsisten dan terjadwal, kualitas kesehatan masyarakat dapat meningkat. Persoalan sampah pun menjadi investasi jangka panjang bagi masa depan yang lebih sehat dan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....