Mengenal Lima Tahapan Awal dalam Pernikahan Adat Batak

  • 09 Feb 2026 19:44 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Pernikahan adalah salah satu momen sakral dalam kehidupan. Tak terkecuali dalam budaya Batak yang kaya akan tradisi dan simbolisme.

Setiap tahapan dalam prosesi pernikahan Batak tidak hanya berfungsi sebagai ritual. Tetapi juga mencerminkan nilai-nilai keluarga, kehormatan, dan cinta yang mendalam yang semakin memancarkan kecemerlangan batin (Inner brilliance).

Hal ini menegaskan betapa cantik, berharga, dan tangguhnya mereka dalam mengarungi lika-liku kehidupan hingga akhirnya dipersatukan dalam ikatan pernikahan. Setiap tahapan dalam prosesi ini dirancang untuk memperkuat hubungan antar keluarga serta menghormati nilai-nilai leluhur.

Menurut Drs. Binsar Siregar, M.P.Si ada sepuluh tahapan prosesi pernikahan Batak tradisional. Lima diantaranya disebut sebagai tahapan awal, yakni :

1. Mangarisika

Tahap awal ini adalah proses pencarian informasi mengenai calon mempelai wanita. Keluarga pihak pria mengumpulkan informasi mengenai latar belakang keluarga, pendidikan, dan karakter calon istri.

Proses ini bertujuan untuk memastikan bahwa pria tersebut memilih pasangan yang baik dan sesuai.

2. Marhata Sinamot

Setelah mendapatkan informasi yang diperlukan, keluarga pria akan mengadakan pertemuan resmi dengan keluarga wanita untuk membahas dan menawarkan sinamot. Ini merupakan mahar atau pemberian dari pihak pria kepada pihak wanita.

Sinamot ini bukan hanya sekadar materi, tetapi juga merupakan simbol penghormatan dan keseriusan dalam menjalin hubungan.

3. Patorangan (Membuat Lamaran Resmi)

Setelah kesepakatan mengenai sinamot, tahap selanjutnya adalah patorangan, yaitu lamaran resmi. Dalam prosesi ini, keluarga pria datang ke rumah keluarga wanita dengan membawa sinamot dan melamar secara formal.

Tradisi ini mengedepankan komunikasi yang baik antara kedua keluarga.

4. Martumpol (Pertunangan Gereja)

Martumpol merupakan tahap di mana pasangan yang telah dilamar menjalani upacara pertunangan di gereja. Dalam upacara ini, pasangan saling berjanji untuk setia satu sama lain di hadapan Tuhan dan saksi-saksi.

Pertunangan ini menjadi tanda bahwa pasangan tersebut telah resmi bertunangan.

5. Manjalo Pasu-Pasu Parbagason (Pemberkatan Nikah)

Pemberkatan nikah adalah momen sakral yang diadakan di gereja. Dalam upacara ini, pasangan akan menerima berkat dari pendeta dan mengikat janji suci di hadapan Tuhan.

Manjalo pasu-pasu parbagason melambangkan komitmen yang kuat untuk saling mencintai dan mendukung satu sama lain dalam kehidupan berumah tangga.

Itulah lima tahapan awal dalam pernikahan adat Batak sebelum menuju ke tahapan akhir.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....