Satu dari Empat Anak Indonesia Alami Fatherless
- 05 Feb 2026 11:18 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Fenomena fatherless menggambarkan figur ayah yang hadir secara fisik, namun secara sosial dan emosional kehadirannya tidak dirasakan oleh anak maupun keluarga. Data menunjukkan, sekitar satu dari empat anak, baik di Indonesia maupun di Jawa Tengah, tumbuh tanpa peran ayah dalam kehidupan sehari-hari.
Dikutip dari data Kemendukbangga/BKKBN RI, Kamis, 5 Februari 2026, UNICEF pernah merilis angka fatherless di Indonesia pada 2021 yang mencapai 20,9%. Namun, berdasarkan Pendataan Keluarga 2025 (PK25), didapati proporsi fatherless di Indonesia sebesar 25,8% atau lebih tinggi dibandingkan temuan UNICEF pada 2021.
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN RI Wihaji menjelaskan fenomena fatherless sebagai kondisi “adanya seperti tidak adanya”. Maksudnya, meskipun figur ayah hadir secara fisik, namun secara sosial dan emosional kehadirannya tidak dirasakan oleh anak maupun keluarga.
Sementara itu, angka fatherless Provinsi Jawa Tengah sebesar 24,4%. Angka ini lebih rendah 1,4% dari angka nasional.
Selain itu, didapati beberapa informasi yang didapat terkait fatherless dari hasil PK25. Hasilnya, keluarga dengan kepala keluarga yang tidak bekerja memiliki angka fatherless jauh lebih tinggi dibandingkan keluarga yang kepala keluarganya bekerja, yaitu 63% berbanding 24,1%.
Temuan ini menunjukkan bahwa hilangnya peran ekonomi ayah dapat meningkatkan risiko fatherless dalam keluarga. Menyikapi temuan ini Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN RI memaksimalkan program Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI ).
Program ini mendorong keterlibatan aktif ayah dan calon ayah dalam pengasuhan anak, pendampingan remaja dan praremaja untuk menciptakan generasi yang berkualitas. Selain itu, juga memiliki karakter yang mandiri, bertanggung jawab, optimis dan berdaya saing.
Menurut Wihaji, program GATI hadir sebagai bentuk fakta terjadinya Fatherless di masyarakat. Data KPAI Tahun 2017 menyebutkan, keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak secara langsung di Indonesia hanya sebesar 20,9%.
Sebagai bentuk aktualisasi program GATI di masyarakat, Kemendukbangga menggulirkan program beberapa program. Di antaranya Gerakan Ayah Mengantar Sekolah dan Gerakan Ayah Mengambil Raport (GEMAR) di masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....