Tanpa Pendaftaran, Sekolah Rakyat Semarang Jangkau Siswa dari Desil 1 dan 2

  • 01 Okt 2026 13:30 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kota Semarang tidak menerapkan pendaftaran umum untuk menjaring peserta didik. Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kota Semarang, Ridho Irwanto mengatakan anak-anak dari keluarga kurang mampu dijangkau langsung oleh Dinas Sosial berdasarkan data desil 1 dan 2, dengan mempertimbangkan usia sekolah serta kemauan anak untuk melanjutkan pendidikan.

Menurut Ridho , mekanisme penjangkauan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap memperoleh kesempatan mengikuti pendidikan. Setelah memenuhi persyaratan, mereka diarahkan mengikuti pembelajaran di Sekolah Rakyat dengan dukungan fasilitas pendidikan dan sistem berasrama.

“Sebenarnya kalau sekolah rakyat itu tidak ada pendaftaran, adanya penjangkauan. Penjangkauan itu yang dilakukan dari dinas sosial melalui data yang desil ya, desil 1 dan 2 mereka jangkau dan mereka kalau sesuai syaratnya, dari 1-2 terus memang anaknya usia sekolah dan mereka mau sekolah ya sekolahkan anaknya,” jelasnya, Kamis 1 Oktober 2026 .

Rizal mengatakan fasilitas yang tersedia tidak hanya menunjang kegiatan belajar mengajar, tetapi juga memberikan kesempatan kepada siswa mengembangkan kemampuan akademik maupun nonakademik. Dukungan tersebut mulai terlihat dari capaian siswa Sekolah Rakyat dalam berbagai bidang, termasuk prestasi di tingkat regional.

Salah satunya ditunjukkan Sadam Arrufalif, siswa kelas XI Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kota Semarang, yang berhasil meraih prestasi di bidang pencak silat. Capaian tersebut menjadi bagian dari pengalaman siswa dalam mengembangkan potensi meski berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi.

Sadam mengatakan kondisi ekonomi tidak seharusnya menjadi alasan untuk takut melangkah dalam mengejar pendidikan dan prestasi. Menurutnya, keterbatasan justru dapat menjadi dorongan untuk terus berusaha ketika tersedia kesempatan dan fasilitas yang mendukung.

“Mungkin menurut saya jangan keterbatasan ekonomi itu membuat kita takut untuk melangkah. Akan tetapi, keterbatasan ekonomi itu membuat kita menjadikan bahan bakar kita untuk semangat ke depannya,” katanya.

Program Sekolah Rakyat diharapkan terus memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu sekaligus membuka ruang bagi mereka untuk mengembangkan potensi secara menyeluruh. Pendidikan dan fasilitas yang diberikan diharapkan dapat menjadi bekal bagi siswa untuk meningkatkan kemampuan serta membuka peluang kehidupan yang lebih baik.(Nadira)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....