RRI Semarang Gelar Wayang Kulit Kolaboratif, Kaderisasi Dalang Jadi Perhatian

  • 25 Sep 2026 00:20 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Kaderisasi dalang menjadi perhatian dalam pergelaran wayang kulit kolaboratif yang digelar LPP RRI Semarang, Kamis, 24 September 2026 malam. Selain menghadirkan dua dalang utama, Ki Yusuf Anom Suwito dan Ki Satria Agung Pambuka, pertunjukan tersebut juga menampilkan dalang cilik Dafandra Aradhana Djuanda sebagai bagian dari upaya mengenalkan dan menjaga keberlanjutan seni pedalangan.

Penampilan dalang cilik tersebut menjadi salah satu rangkaian pembuka pagelaran. Ajang ini mempertemukan RRI Semarang, TVRI Jawa Tengah, Persatuan Pedalangan Indonesia(Pepadi) Kota Semarang, dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang dalam upaya pelestarian budaya.

Kegiatan tersebut juga dirangkai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Pepadi Kota Semarang, LPP RRI Semarang, dan LPP TVRI Jawa Tengah. Kerja sama ini diharapkan memperkuat kolaborasi dalam pengembangan dan pelestarian seni tradisi.

Kepala LPP RRI Semarang Bambang Dwiana mengatakan, RRI Semarang konsisten menjalankan fungsi sebagai rumah budaya. "Kami RRI Semarang tetap konsisten menjalankan fungsi sebagai rumah budaya, memberikan ruang untuk pengembangan dan pelestarian seni tradisi khususnya seni dalang,” katanya.

Menurut Bambang, keterlibatan dalang cilik menjadi bagian penting dalam menyiapkan generasi penerus seni pedalangan. Upaya tersebut diharapkan membuat wayang kulit tetap berkembang dan tidak kehilangan generasi penerus.

“Ini bukti nyata bahwa kerja sama RRI Semarang dan Pepadi yang didukung oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang fokus juga pada pengkaderan generasi muda. Tujuannya agar wayang kulit tidak punah ditelan zaman,” ujarnya.

Ia mengatakan, kolaborasi RRI, TVRI, Pepadi, serta dukungan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas sekaligus memperluas ruang pelestarian budaya. "Kolaborasi ini akan memastikan konten-konten siaran budaya di RRI Semarang semakin berkualitas, edukatif dan dekat dengan masyarakat lokal di Jawa Tengah,” ucapnya.

Ketua Pepadi Kota Semarang, Anang Budi Utomo mengatakan, kolaborasi antarinstansi dan Pepadi merupakan wujud tanggung jawab bersama untuk menjaga keberadaan wayang sebagai bagian dari budaya Kota Semarang. Menurutnya, RRI, TVRI, Pepadi, dan Disbudpar memiliki peran berbeda, tetapi dipersatukan oleh tujuan yang sama untuk melestarikan budaya daerah.

“Jadi antara RRI, TVRI, Pepadi termasuk Disbudpar ini memang lembaga, entitas yang berbeda-beda. Akan tetapi, dipersatukan oleh rasa dan tanggung jawab yaitu sama-sama sekaligus melestarikan budaya yang ada di wilayah kita ini,” katanya.

Melalui pagelaran dan kolaborasi tersebut, pelestarian wayang kulit diharapkan tidak hanya dilakukan melalui pertunjukan. Akan tetapi, juga dengan memberikan ruang kepada generasi muda untuk mengenal dan menekuni seni pedalangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....